Maskapai di Timur Tengah butuh 236 ribu pilot, awak kabin, dan teknisi pada 2045
Boeing memprediksi ada pengiriman 2.995 pesawat komersial baru kepada maskapai penerbangan di Timur Tengah antara 2026 dan 2045.

Industri penerbangan Timur Tengah akan membutuhkan 236 ribu pilot, awak kabin, dan teknisi baru dalam dua dasawarsa mendatang seiring langkah maskapai penerbangan dalam memperluas armada mereka untuk memenuhi permintaan penumpang terus meningkat, menurut prakiraan pasar terbaru dari Boeing.
Produsen pesawat itu memproyeksikan kawasan ini memerlukan 67 ribh pilot, 65 ribu teknisi, dan 104 ribu awak kabin hingga 2045. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala rekrutmen dan pelatihan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor penerbangan dalam jangka panjang.
Proyeksi ini merupakan bagian dari Prospek Pasar Komersial 2026 dari Boeing, memperkirakan pertumbuhan lalu lintas penumpang tahunan sebesar 4,3 persen di seluruh Timur Tengah, terlepas dari berbagai tantangan dihadapi industri saat ini.
Armada pesawat komersial di kawasan ini diperkirakan meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 3.500 pesawat pada 2045, didukung oleh pengiriman hampir tiga ribu pesawat baru.
Prakiraan Boeing menunjukkan adanya permintaan jangka panjang signifikan untuk tenaga profesional di bidang penerbangan, mencakup tiga profesi utama, yakni 104 ribu awak kabin, 67 ribu pilot, dan 65 ribu teknisi penerbangan.
Boeing menyatakan untuk memenuhi permintaan ini, diperlukan kolaborasi antara maskapai penerbangan, pemerintah, universitas, penyedia pelatihan, dan industri kedirgantaraan secara luas.
Perusahaan itu menekankan perlunya memperluas kapasitas pelatihan dan mengembangkan jalur karier di dunia penerbangan seiring upaya maskapai menambah jumlah armada dan memperluas operasional mereka.
Angka-angka ini mencerminkan proyeksi kebutuhan tenaga kerja hingga 2045, bukan lowongan pekerjaan tersedia saat ini.
Boeing memprediksi ada pengiriman 2.995 pesawat komersial baru kepada maskapai penerbangan di Timur Tengah antara 2026 dan 2045.
Dari jumlah itu, 1.505 di antaranya diperkirakan pesawat lorong tunggal, akan mendukung rute jarak pendek dan menengah serta meningkatkan konektivitas domestik atau regional.
Sedangkan 1.370 pesawat lainnya merupakan pesawat berbadan lebar, mencerminkan pentingnya perjalanan jarak jauh melalui pusat-pusat penerbangan di Timur Tengah. Pesawat berbadan lebar akan mencakup hampir setengah dari jumlah pesawat baru dikirimkan ke kawasan ini – proporsi tertinggi dibandingkan kawasan lain di dunia dan lebih dari dua kali lipat rata-rata global.
Sebanyak 120 pesawat sisanya diperkirakan pesawat kargo.
Boeing memproyeksikan sekitar 85 persen armada di Timur Tengah pada 2045 akan terdiri dari pesawat modern hemat bahan bakar, dikirimkan selama periode prakiraan itu.
"Timur Tengah telah lama memantapkan posisinya sebagai salah satu persimpangan penerbangan terpenting di dunia, menghubungkan berbagai masyarakat dan perekonomian di seluruh Asia, Afrika, dan Eropa," kata Direktur Pelaksana Pemasaran Komersial Boeing untuk Timur Tengah dan Afrika Shahab Martin.
"Maskapai penerbangan di kawasan ini terbukti tangguh dan terus beradaptasi seiring perubahan kondisi," ujarnya. "Maskapai-maskapai itu memiliki rencana pertumbuhan jangka panjang ambisius, didukung oleh fundamental permintaan kuat, armada modern, dan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur penerbangan."
Selain pengiriman pesawat, Boeing memperkirakan investasi sebesar US$ 475 miliar dalam layanan penerbangan komersial di Timur Tengah selama 20 tahun ke depan. Investasi ini diharapkan mencakup layanan digital, pemeliharaan pesawat, dan pelatihan personel.
Boeing memprediksi pasar layanan penerbangan di kawasan ini tumbuh sekitar empat persen setiap tahun mendukung permintaan akan fasilitas pemeliharaan, teknologi digital, layanan operasional, dan pelatihan penerbangan.
Perusahaan ini juga memprediksi pertumbuhan signifikan dalam operasi kargo udara. Menurut Boeing, maskapai penerbangan di Timur Tengah saat ini mengangkut sekitar 15 persen kargo internasional.
Porsi mereka dalam armada pesawat kargo berbadan lebar global diperkirakan meningkat dua kali lipat, dari kurang dari 10 persen menjadi hampir 20 persen pada 2045.
Pertumbuhan ini diperkirakan membutuhkan pengiriman 120 pesawat kargo berbadan lebar baru.
Boeing memperkirakan lalu lintas penumpang di Timur Tengah meningkat rata-rata 4,3 persen per tahun selama dua dekade ke depan. Prakiraan ini mencerminkan peran kawasan itu sebagai pusat penerbangan utama menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa.
Lalu lintas di rute-rute utama antara Timur Tengah dan Asia diperkirakan tumbuh hampir enam persen saban tahun, dengan volume penumpang diproyeksikan meningkat tiga kali lipat pada 2045 dibandingkan dengan tingkat tahun lalu.
Boeing menyebutkan diversifikasi ekonomi, pertumbuhan pariwisata, dan permintaan akan layanan regional lebih sering akan mendukung ekspansi maskapai penerbangan bertarif rendah serta operator pesawat lorong tunggal.
Secara global, produsen pesawat ini memperkirakan permintaan hampir 44 ribu pesawat komersial baru dalam 20 tahun ke depan. Armada pesawat komersial di seluruh dunia diproyeksikan berkembang hampir 80 persen, menjadi lebih dari 50 ribu pesawat pada 2045.
Sumber: Albalad.co. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Menlu Irak Usulkan Komite Regional untuk Fasilitasi Perundingan Iran-AS
SURABAYA-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri (Menlu) Irak Fuad Hussein pada Jumat (6/11) mengusulkan pembentukan komite menlu regional untuk melakukan kunjungan ke Teheran dan Washington guna...
Hasil Terkini Semifinal Kejuaraan Bola Voli Putra Nasional 2026: Tim Kepolisian Kota Ho Chi Minh bangkit kembali secara dramatis.
Memasuki pertandingan, Kepolisian Ho Chi Minh City bertekad meraih kemenangan guna membalas kekalahannya dari The Cong Tan Cang di babak semifinal tahun lalu dan...
35 Garage Racing Team, Depok : SINGGASANA BARU, TAMPIL MENGGEBRAK JAGAD DRAG RACE 2026 NASIONAL !
35 Garage Racing Team, Depok : SINGGASANA BARU, TAMPIL MENGGEBRAK JAGAD DRAG RACE 2026 NASIONAL !
Makin Mesra, Rusia bakal Kirim 90 Peluncur Rudal Canggih ke Iran
Makin Mesra, Rusia bakal Kirim 90 Peluncur Rudal Canggih ke Iran