Israel Menyangkal Disebut Jadi Biang Kerok Perang Iran: Keputusan AS
Israel menyangkal disebut jadi biang kerok yang memantik perang besar antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Israel menyangkal disebut jadi biang kerok yang memantik perang besar antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon mengatakan bahwa perang Iran murni karena keputusan AS.
Danon menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan televisi Israel, i24NEWS, pada Rabu malam. Ia menanggapi komentar Wakil Presiden AS JD Vance, yang mengaitkan kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pada Selasa dengan perang melawan Iran.
Pernyataan JD Vance itu mengemuka di tengah munculnya seruan untuk meninjau kembali hubungan AS-Israel.
"Menurut saya, sangat disayangkan banyak pihak mengaitkan kenaikan harga, terutama harga minyak, dengan situasi di Israel saat ini," ujar Danon, dikutip dari Middle East Monitor.
"Keputusan untuk menyerang Iran adalah keputusan Amerika Serikat. Itu bukan keputusan kami. Kami mendukung upaya AS, dan menurut kami itu adalah keputusan yang tepat," ia menambahkan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran, Danon mengatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada Presiden AS Donald Trump.
"Kami akan selalu melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi diri kami sendiri. Kami telah membuktikannya di masa lalu dan akan terus melakukannya di masa depan," tegasnya.
Danon menyatakan bahwa Iran "tidak hanya mengancam Israel, tetapi juga target-target AS di Timur Tengah, termasuk kedutaan besar dan personel Amerika".
Amerika dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan langsung dibalas Teheran ke wilayah Timteng, sebelum gencatan senjata dicapai pada bulan April. Namun, belum ada perjanjian damai final yang disepakati, sementara ketegangan serta kekhawatiran akan terjadinya kembali konfrontasi terus berlanjut.
Pada Rabu, Vance mengatakan bahwa perang dengan Iran merupakan alasan utama kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum Selasa. Hal itu menurutnya membuat Partai Demokrat berhasil menguasai baik Dewan Perwakilan Rakyat maupun Senat.
Investigasi media AS pada Maret mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mendesak Trump untuk memanfaatkan peluang intelijen membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Desakan itu dilakukan dalam sebuah percakapan telepon sebelum perang pecah.
Sumber: CNN Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Maskapai di Timur Tengah butuh 236 ribu pilot, awak kabin, dan teknisi pada 2045
Boeing memprediksi ada pengiriman 2.995 pesawat komersial baru kepada maskapai penerbangan di Timur Tengah antara 2026 dan 2045.
Menlu Irak Usulkan Komite Regional untuk Fasilitasi Perundingan Iran-AS
SURABAYA-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri (Menlu) Irak Fuad Hussein pada Jumat (6/11) mengusulkan pembentukan komite menlu regional untuk melakukan kunjungan ke Teheran dan Washington guna...
Hasil Terkini Semifinal Kejuaraan Bola Voli Putra Nasional 2026: Tim Kepolisian Kota Ho Chi Minh bangkit kembali secara dramatis.
Memasuki pertandingan, Kepolisian Ho Chi Minh City bertekad meraih kemenangan guna membalas kekalahannya dari The Cong Tan Cang di babak semifinal tahun lalu dan...
35 Garage Racing Team, Depok : SINGGASANA BARU, TAMPIL MENGGEBRAK JAGAD DRAG RACE 2026 NASIONAL !
35 Garage Racing Team, Depok : SINGGASANA BARU, TAMPIL MENGGEBRAK JAGAD DRAG RACE 2026 NASIONAL !