Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang,...
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah darurat dengan memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak bertugas dalam fungsi esensial beserta anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman yang mengancam keselamatan warga dan infrastruktur penting. Perintah tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS di Riyadh melalui peringatan keamanan pada Jumat (30/10/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu. Dalam pemberitahuan tersebut, Kedutaan AS menyatakan perintah keberangkatan bagi pegawai non-darurat telah berlaku sejak 23 Oktober 2026. Kebijakan itu diambil karena meningkatnya risiko keamanan akibat serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar wilayah Arab Saudi. Misi diplomatik AS memperingatkan serangan Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting telah menyebabkan korban jiwa serta gangguan serius terhadap perjalanan udara. Washington juga menilai situasi keamanan dapat memburuk dengan cepat seiring meningkatnya intensitas permusuhan di kawasan tersebut. Ancaman serangan Houthi turut berdampak pada aktivitas penerbangan sipil di Arab Saudi. Kedutaan AS mengungkapkan sejumlah bandara mengalami gangguan setelah rangkaian serangan rudal dan drone dalam beberapa waktu terakhir. Pegawai pemerintah AS bahkan diwajibkan memperoleh izin khusus sebelum menggunakan bandara di Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan telah kembali beroperasi secara terbatas. Sementara itu, bandara di Jeddah dan Dammam masih melayani penerbangan, meskipun mengalami sejumlah penundaan dan pembatalan. Kondisi tersebut menunjukkan ancaman keamanan mulai berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan operasional transportasi udara. Kedutaan AS meminta warga negaranya meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Warga juga diminta memperhatikan perkembangan situasi keamanan sebelum bepergian. Selain mengeluarkan perintah evakuasi bagi pegawai non-darurat, Kedutaan AS juga mengingatkan warga negaranya agar tidak sembarangan mendokumentasikan aktivitas militer di Arab Saudi. Warga AS diminta tidak memotret proses pencegatan rudal maupun lokasi serangan. Peringatan tersebut berkaitan dengan ketentuan hukum dan peraturan keamanan yang berlaku di Arab Saudi. Langkah Washington ini memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan personel diplomatik dan warga negaranya di tengah eskalasi serangan Houthi. Perintah meninggalkan Arab Saudi bagi pegawai non-darurat beserta keluarga mereka...
Surabaya— Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga Jumat (30/10/2026) menggelar pelepasan delegasi untuk kompetisi nasional sekaligus peluncuran produk inovasi kendaraan listrik EV-OS...
Pekan lalu, harga minyak global berfluktuasi, dengan tiga sesi penurunan di tengah ekspektasi upaya diplomatik di Timur Tengah. Namun, pada akhir pekan, harga minyak...