Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Kemelut di Timur Tengah
Yamaha menyatakan tidak akan menurunkan pebalapnya di ajang balap MotoGP Qatar di weekend minggu depan karena alasan situasi Timur Tengah.

Yamaha menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam ajang balap MotoGP Qatar di weekend minggu depan karena alasan situasi di Timur Tengah yang masih memanas.
“Yamaha belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang berlaku di seluruh perusahaan,” sebut Yamaha dalam pernyataan resmi dikutip AFP.
Salah satu pembalap di grid MotoGP yang mengendarai motor Yamaha adalah Fabio Quartararo asal Prancis dan pernah meraih gelar juara dunia tahun 2021.
Pihak MotoGP menyatakan “kecewa” atas keputusan Yamaha tersebut dan menyebut bahwa “ketidakhadiran Yamaha juga membawa implikasi dari sisi olahraga”.
“Meskipun kami memahami bahwa tim tersebut terikat oleh kebijakan perusahaan yang lebih luas terkait pembatasan perjalanan ke Timur Tengah, kami merasa keputusan ini tidak mencerminkan jaminan komprehensif yang telah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan kejuaraan,” sebut MotoGP.
Pihak MotoGP juga menyatakan, dari hasil diskusi dengan penyelenggara di Qatar serta para penasihat keamanan tidak menunjukkan adanya alasan untuk mengubah rencana penyelenggaraan acara tersebut.
“Kami telah menyampaikan posisi tersebut, beserta informasi terkini yang tersedia, kepada seluruh pabrikan dan tim hari ini. Kami menyambut baik konfirmasi dari tim-tim lain di grid bahwa mereka akan tetap berkompetisi di Qatar, dan kami berterima kasih atas komitmen tersebut,” tambah pihak MotoGP.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah gelaran MotoGP Malaysia di Sepang. Kini, hanya tersisa tiga balapan lagi di musim ini, dimulai dari Qatar.
Marc Marquez, pebalap yang telah meraih tujuh gelar juara dunia, memenangkan balapan di Sepang dan berpeluang mengunci gelar juara di Doha.
Beberapa pebalap memilih tidak berkomentar mengenai balapan di Qatar setelah perlombaan berakhir. Menurut sejumlah laporan, sempat terjadi perdebatan di balik layar di Sepang mengenai apakah tim-tim akan berangkat ke Qatar atau tidak.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Jelang Hari jadi ke 3 Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar
Menjelang Hari Jadinya Dewan Pimpinan Nasional ( DPN ) Paguyuban Jawa keturunan Nusantara Bersatu ( Pujaketarub ) melaksanaka kegiatan Rapat Besar .pada minggu sore...
Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Panjang Usai Diancam Trump
Iran memperingatkan perang baru melawan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya usai Trump kembali menebar ancaman.
Narkoba Serang Generasi Muda, Anggota DPRD Muara Enim Muhamad Napoleon Serukan Perang Total!
SumSel, Langkah tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek) dalam memberantas peredaran...
Arab Saudi Tak Bisa Membeli Kemenangan di Yaman
Media ABI, 1 November 2026 – Besarnya belanja militer Arab Saudi belum mampu menghasilkan kemenangan strategis dalam perang Yaman. Keunggulan persenjataan Riyadh tak kunjung...