Taktik Perang Presiden Reza Al Barik untuk Menaklukkan Para Oligarki Halaman 1
Presiden Reza Al Barik menghadapi kekuatan oligarki dengan strategi tak terduga. Mampukah ia mengubah sistem tanpa menghancurkan negaranya sendiri?

Cerpen politik fiksi — Negara Kesatuan Republik Ilusi (NKRI)
Negara Kesatuan Republik Ilusi adalah sebuah negara yang tampak megah dari luar, tetapi menyimpan keretakan di dalamnya. Gedung pencakar langit berdiri di ibu kota, jalan tol membentang hingga pelosok, dan angka pertumbuhan ekonomi selalu dipamerkan dalam pidato kenegaraan. Namun, di balik semua kemegahan itu, ada segelintir orang yang mengendalikan sebagian besar roda perekonomian negara.
Mereka menguasai industri pangan, pertambangan, energi, properti, perbankan, hingga media massa. Sebagian memiliki kekayaan yang lebih besar daripada anggaran beberapa kementerian sekaligus. Mereka tidak perlu menduduki kursi pemerintahan untuk menentukan arah kebijakan, sebab cukup dengan menggerakkan uang, memengaruhi opini publik, atau menghentikan distribusi barang, mereka dapat membuat pemerintah berada dalam tekanan.
Selama puluhan tahun, presiden datang dan pergi. Para oligarki tetap bertahan.
Mereka mendanai kampanye, membangun kedekatan dengan pejabat, dan memastikan kepentingan bisnis mereka tidak terganggu oleh pergantian kekuasaan. Pemerintah sering kali terlihat berdaulat, tetapi keputusan penting justru lahir dari pertemuan tertutup antara penguasa dan pemilik modal.
Hingga akhirnya, seorang presiden baru terpilih.
Ia bukan berasal dari keluarga konglomerat. Ia juga tidak dibesarkan dalam lingkaran elite politik. Kemenangannya lahir dari dukungan masyarakat yang sudah lelah menyaksikan kekayaan negara terkumpul di tangan segelintir orang, sementara sebagian besar rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Pada malam pelantikannya, Reza berdiri di hadapan jutaan pasang mata.
"Negara ini tidak akan memusuhi kekayaan. Negara ini juga tidak akan memusuhi para pengusaha. Namun, mulai hari ini, tidak ada kekayaan yang boleh berdiri lebih tinggi daripada hukum."
Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang.
Di barisan paling depan, sejumlah pengusaha besar hanya tersenyum tipis. Mereka sudah mendengar janji serupa dari presiden-presiden sebelumnya.
Mereka yakin Reza akan berakhir seperti pendahulunya.
Tiga hari setelah pelantikan, Presiden Reza memanggil para menteri ke ruang rapat utama istana.
Sumber: Kompasiana.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...