Survei NBC: Peluang Demokrat kuasai DPR AS naik jadi 77 persen
Peluang Partai Demokrat merebut mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dalam pemilu sela 3 November mendatang meningkat menjadi 77 persen, menurut ANTARA News riau 2 ...

Washington (ANTARA) – Peluang Partai Demokrat merebut mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dalam pemilu sela 3 November mendatang meningkat menjadi 77 persen, menurut hasil survei NBC News Decision Desk Poll yang dirilis Kamis (15/10).
Dalam proyeksi terbarunya, lembaga survei tersebut memperkirakan Demokrat berpotensi meraih 235 dari total 435 kursi DPR AS. Sementara itu, Partai Republik diperkirakan memperoleh 200 kursi.
“Partai Demokrat kini memiliki peluang 77 persen memenangi pemilihan DPR, dengan perkiraan jumlah kursi yang dimenanginya mencapai 235,” demikian pernyataan NBC News Decision Desk Poll melalui platform media sosial X.
Dari total 235 kursi yang diproyeksikan menjadi milik Demokrat, sebanyak 187 kursi masuk kategori “pasti” dimenangkan, sedangkan 28 kursi lainnya dinilai “mungkin” dapat diraih.
Di kubu Republik, sebanyak 124 kursi dikategorikan “pasti” dimenangkan, 64 kursi masuk kategori “mungkin” diraih, dan 14 kursi lainnya berada dalam persaingan ketat dengan peluang kemenangan tipis.
Proyeksi tersebut menempatkan perebutan kendali DPR AS sebagai salah satu sorotan utama menjelang pemilu sela. Jika hasil pemungutan suara sejalan dengan perkiraan tersebut, komposisi kekuatan politik di majelis rendah Kongres AS berpotensi berubah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pemilu sela AS dijadwalkan berlangsung pada 3 November untuk memilih seluruh 435 anggota DPR serta 33 dari total 100 anggota Senat. Sejumlah negara bagian juga akan menggelar pemilihan legislatif pada hari yang sama.
Sejumlah analis menilai Partai Republik menghadapi tantangan dalam mempertahankan mayoritas di DPR. Beberapa faktor yang disorot antara lain penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump, operasi militer terhadap Iran, serta kenaikan harga kebutuhan, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik menjelang pemungutan suara, ketika isu ekonomi dan kebijakan pemerintahan menjadi perhatian pemilih.
Meski demikian, angka 77 persen merupakan proyeksi peluang berdasarkan model survei, bukan hasil pemilu yang telah ditetapkan. Hasil akhir tetap bergantung pada suara yang diberikan pemilih pada hari pemungutan suara.
Pewarta : Nabil Ihsan Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas