Qatar Peringatkan Risiko Perang Regional di tengah Perundingan Iran-AS
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan kedua pihak masih menjalin komunikasi untuk mencapai...

Doha — Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan kedua pihak masih menjalin komunikasi untuk mencapai kesepakatan.
Melansir dari Anadolu, Rabu, 21 Oktober 2026, pernyataan tersebut disampaikan Ansari dalam Forum Keamanan Global di Doha, Qatar. Ia mengatakan pembahasan juga melibatkan sejumlah mitra regional untuk mendukung proses negosiasi.
Ansari berharap perundingan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan, namun juga memperingatkan bahwa kondisi di lapangan semakin sulit. Eskalasi yang tidak terkendali dapat memicu perang regional yang lebih luas, bahkan melampaui batas Timur Tengah.
Ia menjelaskan bahwa gencatan senjata sebelumnya dimaksudkan sebagai jalan menuju perundingan, bukan tujuan akhir. Namun, upaya tersebut gagal bertahan sehingga pertempuran kembali berlanjut.
“Gencatan senjata pada dasarnya merupakan pintu yang membuka jalan menuju suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri,” kata Ansari. Mengenai Yaman, Ansari mengatakan konflik di negara tersebut berkaitan dengan ketegangan yang melibatkan Iran, tetapi juga memiliki dinamika tersendiri.
Menurutnya, seluruh konflik di kawasan perlu diredakan secara bersamaan untuk mencegah ketegangan semakin meluas. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap sejumlah pernyataan politik Israel dan memperingatkan agar ketidakstabilan regional tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam negeri.
Terkait Gaza dan persoalan Palestina, Ansari menilai prospek penyelesaian politik masih terhambat oleh tidak adanya proses perdamaian yang layak. Ia juga mempertanyakan apakah partai politik dan kandidat di Israel menawarkan jalan menuju perdamaian dengan rakyat Palestina.
Ansari menegaskan bahwa keberhasilan mediasi tidak harus bergantung pada kepercayaan antarpihak yang berkonflik. Menurutnya, keyakinan terhadap proses perundingan menjadi faktor penting untuk mencapai keberhasilan.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.