Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Pasukan Yaman Gencarkan Serangan terhadap Houthi di Marib, Klaim Ratusan Korban

Angkatan Bersenjata Yaman, dengan dukungan Perlawanan Rakyat (Popular Resistance), mengintensifkan operasi militer terhadap

Sumber foto: Harakatuna.com

Angkatan Bersenjata Yaman, dengan dukungan Perlawanan Rakyat (Popular Resistance), mengintensifkan operasi militer terhadap kelompok Houthi di sejumlah garis depan Provinsi Marib. Operasi tersebut menyasar posisi pertahanan, benteng, titik kumpul pasukan, serta fasilitas pendukung militer.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (17/10/2026), Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan bahwa unit Distrik Militer ke-6 dan ke-7 melancarkan operasi tempur terhadap posisi Houthi di garis depan utara. Operasi tersebut didukung artileri dan kendaraan udara nirawak (drone), sebagaimana dilaporkan SANA.

Di garis depan selatan, unit di bawah Distrik Militer ke-3 terlibat pertempuran dengan pasukan Houthi. Artileri dan rudal juga dikerahkan untuk menyerang titik-titik konsentrasi pasukan. Menurut keterangan militer Yaman, serangan tersebut menghancurkan satu unit artileri dan satu peluncur roket.

Serangan udara dan drone turut diarahkan ke bala bantuan, benteng pertahanan, gudang perbekalan, serta pusat komando Houthi untuk mendukung pergerakan pasukan darat.

Operasi di Marib merupakan bagian dari kampanye militer Yaman yang dikenal sebagai Fajr al-Yaman atau Fajar Yaman. Dalam laporan pada 12 Oktober, SANA menyebut pasukan pemerintah Yaman melanjutkan operasi di garis depan utara Marib, khususnya wilayah tanggung jawab Distrik Militer ke-7, dengan melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, dan peluncur roket.

SANA juga melaporkan perkembangan operasi di Marib dan Taiz pada 6 Oktober. Berdasarkan keterangan militer yang dikutip media tersebut, pasukan Yaman mengklaim berhasil merebut sejumlah posisi strategis di kedua provinsi, termasuk beberapa kawasan perbukitan di Taiz dan wilayah di garis depan selatan Marib. Laporan itu turut menyebut adanya korban dari pihak Houthi serta kerusakan sejumlah persenjataan dan kendaraan militer.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa operasi tidak hanya berlangsung di Marib, tetapi juga mencakup wilayah lain, dengan sasaran yang meliputi posisi pertahanan, jalur pasokan, dan konsentrasi pasukan.

Pada Jumat (16/10/2026), Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan bahwa lebih dari 430 anggota Houthi telah dilumpuhkan dan lebih dari 100 kendaraan serta peralatan militer dihancurkan atau dinyatakan tidak dapat beroperasi.

Laporan yang diterbitkan News Ajel dengan mengutip media Sabq menyebutkan bahwa klaim tersebut berkaitan dengan 1.292 operasi penargetan dalam kurun 24 jam sebagai bagian dari Fajr al-Yaman. Operasi itu disebut menyasar benteng pertahanan, parit, sumber tembakan, titik kumpul pasukan cadangan, serta sarana transportasi dan pasokan militer.

Sebelumnya, Anadolu Agency pada 14 Oktober melaporkan klaim militer Yaman mengenai sekitar 1.200 anggota Houthi yang dilumpuhkan dan lebih dari 440 kendaraan serta peralatan militer yang rusak atau hancur dalam operasi di sejumlah wilayah timur dan selatan negara tersebut. Angka ini berasal dari laporan operasi pada periode sebelumnya dan tidak dapat dijumlahkan langsung dengan angka yang diumumkan pada 16 Oktober 2026.

Klaim jumlah korban dan kerusakan tersebut berasal dari pihak militer Yaman. Informasi yang tersedia belum memberikan verifikasi independen atas angka-angka tersebut.

Intensifikasi operasi militer memperlihatkan bahwa pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi masih berlangsung di sejumlah wilayah. Marib dan Taiz menjadi bagian dari medan operasi yang dilaporkan mengalami pertempuran serta perebutan posisi strategis.

Selain serangan terhadap posisi militer, laporan SANA pada Oktober juga menyebut operasi pembersihan ranjau dan pengamanan jalur di wilayah yang diklaim telah direbut kembali. Langkah tersebut dinyatakan bertujuan membuka akses bagi pergerakan pasukan dan mendukung keamanan kawasan.

Meski demikian, perkembangan di medan perang dan klaim keberhasilan operasi belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa konflik akan segera berakhir. Verifikasi dari sumber independen dan informasi mengenai dampak terhadap warga sipil tetap diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai situasi keamanan di Yaman.

Sumber: Harakatuna.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with