Kemenhaj blokir PT Assyifa karena gagal pulangkan jamaah umrah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memblokir akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) milik Penyelenggara ...

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memblokir akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) milik Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Assyifa Berkah Mandiri.
Langkah tegas tersebut merupakan tindak lanjut dari indikasi ketidakpatuhan penyelenggara dalam memenuhi kewajiban kepulangan jamaah ke Tanah Air.
“Kami telah merekomendasikan dan mengeksekusi pemblokiran sementara akses SISKOPATUH milik PT Assyifa Berkah Mandiri agar tidak ada penambahan jamaah baru yang diberangkatkan dan terdampak,” kata Direktur Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj Atty Novyanty dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan laporan hasil klarifikasi dan Nota Dinas Nomor: ND-297/PN.2.2/2026 yang diterbitkan oleh Subdirektorat Pengawasan Umrah, PT Assyifa Berkah Mandiri tidak menyediakan tiket kepulangan.
Akibatnya sebanyak 95 orang yang terdiri atas 91 peserta umrah dan empat orang tour leader terdampak permasalahan kepulangan. Pihak travel terbukti gagal memulangkan jamaah tersebut melewati batas waktu 1×24 jam.
Saat ini pada sistem aplikasi SISKOPATUH, PPIU dengan Nomor SK 14092200972520002 tersebut telah berstatus "Diblokir".
Atty menegaskan sanksi administratif ini merupakan langkah pengawasan preventif untuk meminimalisasi risiko bertambahnya korban, sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan jamaah.
Meski akun diblokir, Atty mengatakan hal ini sama sekali tidak menghambat pendataan dan tidak membebaskan pihak travel dari kewajibannya.
“Status blokir ini sama sekali tidak menghambat penyelesaian hak jamaah. PT Assyifa Berkah Mandiri tetap wajib bertanggung jawab penuh atas pemenuhan tiket kepulangan mereka,” kata Atty.
Pemblokiran ini merujuk pada regulasi perundang-undangan yang berlaku, termasuk UU Nomor 14 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Haji dan Umrah (PMHU) Nomor 2 Tahun 2026 tentang sanksi administratif.
Kemenhaj terus melakukan investigasi dan pemeriksaan mendalam untuk menentukan sanksi lanjutan, sembari mengevaluasi status pemblokiran berdasarkan itikad baik travel dalam menyelesaikan kewajibannya kepada jamaah.
Pewarta: Asep FirmansyahUploader : Musriadi COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: ANTARA News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Perwakilan Majelis Nasional menyampaikan saran untuk memperbaiki mekanisme investasi, harga listrik, dan pasar listrik.
Selama diskusi mengenai rancangan Undang-Undang yang mengubah dan menambah beberapa pasal Undang-Undang Kelistrikan, banyak anggota Majelis Nasional sepakat tentang perlunya perubahan Undang-Undang tersebut, mengakui...
Hari Guru Nasional 2026 Jatuh pada 25 November, Ini Tema dan Agendanya
Hari Guru Nasional 2026 Jatuh pada 25 November, Ini Tema dan Agendanya
Deklarasi Balfour ke-109: Warisan Ketidakadilan bagi Palestina
Warga Palestina memperingati 109 tahun Deklarasi Balfour yang pemerintah Inggris terbitkan pada 2 November 1917. Deklarasi tersebut mendukung pendirian tanah
Klub bernapas lega, timnas tercekik: bagaimana penundaan Piala Asia memengaruhi sepakbola Saudi?
Sepakbola Saudi berada di dua sisi yang bertolak belakang, setelah keputusan menunda turnamen Piala Asia 2027, di mana klub-klub Roshn League tampak menjadi pihak...