Rabu, 4 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

MotoGP 2026 Qatar: Pembalap Wajar Khawatir, Sirkuit Lusail Hanya 40-an Km Dari Pangkalan Udara AS dan Rawan Diserang Iran

Presiden AS Donald Trump sudah tegaskan akan menyerang Iran di sela-sela pemilu di negerinya. Tapi, penyelenggara MotoGP tetap ngotot menggelar GP Qatar pada 6-8 November ini.

Sumber foto: Mobilinanews

mobilinanews (Malaysia) – Presiden AS Donald Trump sudah tegaskan akan menyerang Iran di sela-sela pemilu di negerinya. Tapi, penyelenggara MotoGP tetap ngotot menggelar GP Qatar pada 6-8 November ini.

Sebagian logistik MotoGP (termasuk Moto3 dan Moto2) sudah berada di Doha, Qatar. Sudah siap pasang pada sesi pembuka FP1 pada Jumat nanti, atau hanya 3 hari lagi.

Dari lima pabrikan MotoGP hanya satu, Yamaha, yang menyatakan tidak ikut ke Qatar karena kebijakan dari perusahaan induk. Selain tim pabrikan, tim satelit Pramac Yamaha juga tak berangkat ke Qatar.

Pabrikan lain seperti Ducati, Aprilia, KTM dan KTM menyatakan tetap berangkat meski belum tahu persis siapa saja pembalap yang akan bertarung. Tim pabrikan Ducati, misalnya, bisa jadi tanpa Francesco Bagnaia yang sejak awal menolak balapan di Qatar karena situasi perang yang belum berakhir di Timur Tengah. Pembalap satunya, Marc Marquez, sepertinya akan ikut kebijakan tim karena terkait dengan rekor 8 gelar MotoGP yang bisa diraihnya saat ini.

Untuk pembalap yang masih berburu poin dan peringkat memang tak ada pilihan lain kecuali ikut karena ikut atau tidak ke Qatar sama-sama beresiko. Karena itu dari daftar 19 pembalap MotoGP yang tanda tangan tak mau ke Qatar pada GP Australia lalu bisa jadi akan berubah haluan.

Yang ikut ke Qatar dan mempersoalkan keamanan, pastinya deg-degan berada di dekat wilayah konflik. Jika tak ikut juga beresiko dapat hukuman yang tak ringan dari penyelenggara MotoGP dan FIM. Yamaha dan Pramac Yamaha, misalnya, sudah diancam pemilik hak komersial MotoGP atas pelanggaran kontrak dengan sanksi denda dan ancaman terbaru adalah larangan tampil pada dua event balap berikutnya di Portugal dan Valencia. Hal sama otomatis berlaku pada pembalapnya.

Ancaman yang tidak ringan. Karena Yamaha sudah umumkan tak ikut Qatar tapi siap kembali di seri Portugal. Dan, jika ancaman itu benar, berarti Yamaha dan Pramac akan melewatkan sesi uji coba pasca Valencia untuk menguji prototype motor 850cc yang dipakai untuk kompetisi 2027. Ini yang ditakutkan tim dan pembalap lain.

Tanda-tanda perang antara AS/Israel melawan Iran memang belum sampai pada titik reda. Pada Senin (2/11) media melaporkan AS telah menyerang sebuah pulau milik Iran di sekitar Selat Hormuz. Ancaman Trump untuk menyerang lagi tentu layak dikhawatirkan, taknhanya oleh pembalap tetapi juga ratusan kru yang bekerja untuk tim, pembalap dan sponsor.

Wajar mereka ketakutan, namanya juga berada di dekat zona perang. Salah satu area yang bikin khawatir adalah keberadaan pangkalan Angkatan Udara AS di Al Udeid yang berada di gurun pasir yang diklaim sebagai terbesar di jazirah Arab dalam hal jumlah personel maupun fasilitasnya. Pangkalan ini terletak di luar kota Doha, dan yang bikin ngeri karena lokasinya tak jauh dari sirkuit Lusail yang jadi tuan rumah MotoGP.

Jaraknya hanya 27 mil atau sekitar 40-an kilometer. Jika perang berkecamuk lagi, adq kekhawatiran wilayah pangkalan itu jadi sasaran rudal atau drone pihak Iran.

Sejauh ini belum ada entry list resmi siapa saja pembalap yang mengaspal di GP Qatar. Mungkin besok atau Kamis sudah terlihat jika memang sudah ada kepastian. (*)

Sumber: Mobilinanews. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with