Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Hilirisasi Kayu Gaharu Kalteng Menembus Pasar Eropa dan Timur Tengah

Aroma khas kayu gaharu asal Kalimantan Tengah menyimpan potensi ekonomi luar biasa jika disentuh lewat proses hilirisasi. Kayu berharga ini tidak lagi sekadar dijual dalam bentuk bongkahan mentah, melainkan disuling...

Sumber foto: RRI.co.id

Palangka Raya – Aroma khas kayu gaharu asal Kalimantan Tengah menyimpan potensi ekonomi luar biasa jika disentuh lewat proses hilirisasi. Kayu berharga ini tidak lagi sekadar dijual dalam bentuk bongkahan mentah, melainkan disuling menjadi minyak esensial bernilai tinggi.

Komoditas wewangian ini siap menembus pasar internasional, mulai dari Perancis hingga kawasan Timur Tengah dan Eropa, di mana minyak gaharu menjadi bahan baku utama industri parfum mewah kelas dunia. Pelaku Usaha Kayu Gaharu, Darminto, mengatakan kekuatan utama pengembangan industri ini terletak pada ketersediaan bahan baku yang sangat melimpah dan berkelanjutan. Pasokan kayu gaharu dapat dijumpai dan diperoleh dengan mudah di hampir setiap kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah.

"Pemasaran produk hilirisasi ini diterapkan melalui pemetaan pasar berdasarkan kualitas minyak yang dihasilkan. Untuk minyak gaharu kelas bawah, peminat terbanyak umumnya datang dari pasar Eropa," ujarnya, Senin, 22 Oktober 2026.

Sementara itu, minyak gaharu kualitas premium kelas atas menjadi komoditas favorit yang dipasok langsung ke Timur Tengah, kawasan yang memiliki tradisi kuat dalam penggunaan wewangian aromatik bermutu tinggi.

Namun, perjalanan menuju kemandirian industri gaharu tak lepas dari tantangan, salah satunya bencana kabut asap yang melanda Kalimantan tengah saat ini, membuat proses pengiriman melalui jalur udara terhambat. Ia mengaku proses penjualan selama tiga bulan macet lantaran pesawat tidak bisa terbang, sehingga berpengaruh terhadap omzet penjualan.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Joko Santoso, mendukung penuh hilirisasi kayu gaharu, namun perlu pendataan dan penguatan basis data potensi gaharu. Pemerintah dan pemangku kepentingan berkomitmen merangkul serta mendorong para pelaku usaha agar tidak lagi menjual kayu gaharu secara mentah.

Target utamanya adalah mentransformasi gaharu menjadi produk olahan siap pakai yang memberikan nilai ekonomi jauh lebih tinggi serta dapat dinikmati oleh khalayak luas. Dengan pemetaan wilayah yang jelas antara zona industri, pertanian, dan pemukiman, hilirisasi gaharu diharapkan dapat tumbuh pesat tanpa menabrak aturan tata ruang kota.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with