Minggu, 8 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Laporan: Pemerintahan AS terbelah soal kelanjutan konflik dengan Iran

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terpecah menjadi beberapa kelompok terkait keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri konflik dengan Iran, demikian laporan ...

Sumber foto: ANTARA News

Moskow (ANTARA) – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terpecah menjadi beberapa kelompok terkait keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri konflik dengan Iran, demikian laporan The Wall Street Journal (WSJ) mengutip sejumlah pejabat AS yang namanya dirahasiakan.

Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk Persia menyarankan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang. Sementara itu, penasihat lainnya mendorong agar serangan terhadap Iran dilanjutkan, menurut laporan surat kabar tersebut.

Dalam sejumlah pengarahan baru-baru ini, Menteri Perang Pete Hegseth dan Kepala Komando Pusat AS Brad Cooper mendukung dimulainya kembali operasi militer skala besar AS terhadap Iran, tulis laporan tersebut.

Sementara, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent dilaporkan mengusulkan pengetatan sanksi serta kelanjutan blokade perdagangan Iran.

Selain itu, utusan khusus AS Steve Witkoff dan sejumlah penasihat Trump lainnya, bersama Vance, lebih mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan mendesak presiden AS untuk mengupayakan solusi tersebut, menurut laporan surat kabar itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan sendiri.

Meskipun saat ini konflik tersebut sedang mengalami jeda, persoalan itu belum terselesaikan dan masih terdapat risiko pecahnya kembali permusuhan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penerjemah: PrimayantiEditor: Azis Kurmala Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber: ANTARA News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with