Senin, 2 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Bidik Indonesia Tangguh 2030, IMS 2026 Siapkan Agenda Besar Perkuat Daya Saing Nasional

Selain konferensi, IMS 2026 juga akan menghadirkan Indonesia Management Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap pemimpin dan organisasi yang menunjukkan keunggulan manajemen serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Sumber foto: Pasardana

Ikatan Alumni Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI PPIM FEB UI) menggelar Indonesia Management Summit (IMS) 2026 untuk mendorong peningkatan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan perusahaan, institusi, serta kepemimpinan.

Mengusung tema “Micro Excellence, National Resilience”, IMS 2026 mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, investor, akademisi, dan komunitas profesional guna merumuskan agenda konkret dalam meningkatkan produktivitas, kualitas investasi, inovasi, dan daya saing Indonesia.

Ketua Program IMS 2026, Dr. Soebowo Musa, mengatakan ketahanan nasional tidak cukup dibangun melalui stabilitas makroekonomi dan kebijakan pemerintah.

Diperlukan pula keunggulan nyata di tingkat perusahaan, institusi, dan sumber daya manusia.

“Indonesia memiliki potensi ekonomi besar. Namun, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi produktivitas yang lebih tinggi, investasi berkualitas, perusahaan yang semakin kompetitif, inovasi berkelanjutan, serta kepemimpinan yang mampu mengeksekusi strategi dan mentransformasi organisasi,” ujar Soebowo di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, IMS 2026 dirancang untuk menjembatani arah kebijakan nasional dengan tantangan nyata dunia usaha.

Forum ini tidak sekadar menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi diharapkan menghasilkan rekomendasi, kolaborasi lintas sektor, dan agenda aksi yang dapat ditindaklanjuti.

Terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus IMS 2026, yakni competitive capital, competitive enterprises, dan transformational leadership.

Pertama, penguatan daya saing modal melalui peningkatan kepercayaan investor, kualitas tata kelola, serta alokasi investasi yang produktif untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.

Kedua, peningkatan daya saing perusahaan melalui produktivitas, inovasi, otomatisasi, manufaktur cerdas, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat posisi perusahaan Indonesia dalam persaingan global.

Ketiga, kepemimpinan transformatif yang mampu mengarahkan perubahan, memperkuat budaya organisasi, meningkatkan kualitas eksekusi, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial berkelanjutan.

IMS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 09 Desember 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Kegiatan ini akan menghadirkan tiga sesi utama, yakni pembahasan arah strategis makroekonomi dan lanskap persaingan, dialog daya saing nasional melalui mobilisasi modal dan pengembangan perusahaan, serta forum keunggulan operasional di era manufaktur cerdas dan integrasi AI.

Tidak hanya menghasilkan diskusi, IMS 2026 juga menargetkan sejumlah keluaran strategis, antara lain Indonesia Management Outlook 2027, CEO Action Agenda, rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan regulator, serta kerangka daya saing ekonomi mikro dan indeks transformasi perusahaan.

Hasil forum tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat produktivitas, inovasi, tata kelola, serta ketahanan organisasi dalam jangka panjang.

Selain konferensi, IMS 2026 juga akan menghadirkan Indonesia Management Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap pemimpin dan organisasi yang menunjukkan keunggulan manajemen serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Soebowo menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun budaya keunggulan, integritas, inovasi, dan kepemimpinan transformatif di Indonesia.

“Kami ingin berkontribusi pada Indonesia yang lebih produktif, inovatif, kompetitif, dan tangguh menuju 2030 dan seterusnya,” katanya.

Melalui semangat Micro Excellence, National Resilience, IMS 2026 mengajak seluruh pemangku kepentingan bergerak dari gagasan menuju aksi, serta menerjemahkan potensi ekonomi Indonesia menjadi produktivitas dan daya saing yang berkelanjutan.

Sumber: Pasardana. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with