Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang
Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya. Pernyataan ini merupakan respon atas sikap Trump soal Iran

Iran, VIVA – Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan Amerika Serikat (AS) bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya. Peringatan itu disampaikan pada Minggu (1/11), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih ada sejumlah target di Iran yang harus diserang.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah terus diwarnai ancaman dari AS dan Israel yang berulang kali menyatakan siap kembali melancarkan serangan. Situasi ini berlangsung di tengah persiapan kedua negara menghadapi pemilihan umum penting.
Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan, perang berikutnya berpotensi berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya. Menurut dia, Presiden AS tidak akan bisa menentukan kapan perang berakhir ataupun menetapkan syarat-syarat untuk mengakhirinya. Pernyataan tersebut disampaikan Akraminia melalui televisi pemerintah Iran.
Pada fase paling sengit dalam perang yang dimulai pada 28 Februari itu, Iran membalas serangan gabungan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal serta pesawat nirawak ke berbagai wilayah di kawasan tersebut. Kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran juga ikut terlibat dalam pertempuran di Lebanon dan Yaman.
Pernyataan Akraminia muncul setelah Trump mengisyaratkan bahwa militer AS bisa dengan cepat menyerang sejumlah target yang masih tersisa di Iran.
"Kami masih harus menuntaskan serangan terhadap satu atau dua lokasi. Namun, itu bisa kami lakukan hanya dalam waktu 10 menit. Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe. Lokasi itu juga harus dituntaskan. Kami bisa melakukannya dengan sangat cepat," kata Trump, merujuk pada kompleks nuklir bawah tanah yang diduga berada di lokasi tersebut dikutip dari laman NDTV, Senin (2/11/2026).
Media AS melaporkan bahwa Trump telah berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu kemarin. Keduanya membahas kemungkinan peningkatan operasi militer terhadap Iran serta waktu pelaksanaannya.
Mengutip seorang pejabat AS dan seorang pejabat Israel, Axios melaporkan bahwa kedua pemimpin membahas perkembangan perundingan dengan Iran. Netanyahu disebut mendesak Trump agar segera menyerang Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada Selasa, sedangkan Trump ingin memberi kesempatan lebih lanjut bagi proses perundingan.
Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
BRI Perluas Pembiayaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
BRI memperluas pembiayaan sektor pangan dari hulu hingga hilir dengan 75,1% portofolio kredit disalurkan kepada UMKM hingga Triwulan II 2026.
Liga Arab desak penyelidikan internasional terhadap penyiksaan tahanan Gaza
Liga Arab, Minggu (1/11), menyerukan penyelidikan internasional yang independen terhadap penyiksaan dan pelecehan sistematis terhadap warga Palestina dari Gaza yang ditahan di ANTARA News...
Menlu AS Sebut Trump Prioritaskan Jalur Damai di Tengah Persiapan Serangan Lanjutan
AS tegaskan ingin jalur damai dengan Iran, namun persiapan militer pasca-pemilu menyelimuti kawasan. Iran ancam balasan tanpa batas.
[KLARIFIKASI] Video Demonstran Kibarkan Bendera Palestina di Menara Pisa Terjadi 2023
Beredar video yang secara keliru mengeklaim para demonstran mengibarkan bendera Palestina di Menara Pisa. Simak hasil penelusuran faktanya.