Kemhut Bekukan Izin 6 Perusahaan yang Terlibat Karhutla
Kemhut Bekukan Izin 6 Perusahaan yang Terlibat Karhutla

Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemhut) mengumumkan keputusan baru untuk memberikan sanksi administratif berupa pembekuan izin disertai paksaan pemulihan ekosistem hutan terhadap enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) atau konsesi besar.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, sanksi diberikan usai pemerintah dan penegak hukum menemukan bukti keterlibatan enam perusahaan tersebut dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami juga tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan diproses secara pidana apabila terdapat indikasi ke arah sana,” kata Politikus PSI tersebut, Rabu (21/10/2026).
Menurut dia, sanksi terbaru ini menambah jumlah perusahaan pemilik PBPH yang mendapat denda administratif dan kewajiban memulihkan ekosistem. Sebelumnya, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu menyetujui pemberian sanksi kepada 26 perusahaan yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan.
“Dengan demikian, total sudah ada 32 perusahaan yang dikenai sanksi administratif di sektor kehutanan,” kata dia.
Sumber: Bloomberg Technoz. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Jelang Hari jadi ke 3 Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar
Menjelang Hari Jadinya Dewan Pimpinan Nasional ( DPN ) Paguyuban Jawa keturunan Nusantara Bersatu ( Pujaketarub ) melaksanaka kegiatan Rapat Besar .pada minggu sore...
Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Panjang Usai Diancam Trump
Iran memperingatkan perang baru melawan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya usai Trump kembali menebar ancaman.
Narkoba Serang Generasi Muda, Anggota DPRD Muara Enim Muhamad Napoleon Serukan Perang Total!
SumSel, Langkah tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek) dalam memberantas peredaran...
Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Kemelut di Timur Tengah
Yamaha menyatakan tidak akan menurunkan pebalapnya di ajang balap MotoGP Qatar di weekend minggu depan karena alasan situasi Timur Tengah.