Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Yaman Semakin Memanas, Istana Kepresidenan Dihantam Lima Rudal Houthi

Kelompok pemberontak Houthi Yaman melancarkan serangan rudal mematikan yang menyasar langsung kompleks Istana Kepresidenan Al-Maashiq di ibu kota sementera Aden, Kamis 15 Oktober 2026 waktu setempat. Perang saudara kembali memanas...

Sumber foto: Tutur.co.id

Kelompok pemberontak Houthi Yaman melancarkan serangan rudal mematikan yang menyasar langsung kompleks Istana Kepresidenan Al-Maashiq di ibu kota sementera Aden, Kamis 15 Oktober 2026 waktu setempat. Perang saudara kembali memanas di negeri seribu wali tersebut.

Dilansir dari RTL Today, Jumat 16 Oktober 2026, serangan rudal balistik ini menghantam pusat komando militer di dalam kompleks kepresidenan. Dan berdasarkan laporan resmi dari otoritas setempat, serangan udara ini merupakan insiden pertama yang menerobos kompleks Al-Maashiq sejak perang saudara di Yaman kembali berkobar sejak bulan Juli lalu.

Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, mengonfirmasi bahwa ledakan rudal menghantam pusat aktivitas pegawai dan penjaga istana. Gelombang serangan yang memicu kepulan asap besar di wilayah selatan kota Aden itu merengut korban jiwa dari kalangan aparat keamanan serta warga sipil.

“Serangan hari Kamis ini menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya, termasuk personel keamanan dan pegawai sipil,” ujar Menteri Kesehatan Qasim Buhaibeh.

Seorang pejabat pemerintah Yaman menjelaskan bahwa Houthi menghujani kompleks tersebut dengan total lima rudal. Tiga rudal di antaranya menghantam pusat komando pasukan pemerintah Yaman, dan sementara dua rudal yang lain menyasar pusat komando pasukan koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang berada di area yang sama.

Perdana Menteri Yaman, Shaya al-Zindani, dilaporkan berada di lokasi kejadian saat terjadi serangan langsung, namun berhasil selamat tanpa ada cedera apapun. Melalui platform X, Al-Zindani mengutuk keras aksi pengeboman tersebut. Ia menegaskan tindakan kelompok Houthi yang telah melanggar batas kemanusiaan karena sengaja mengincar objek sipil dan masyarakat umum.

“Ini adalah tindakan pengecut dan kelanjutan dari pola kriminal mereka yang terus menerus menargetkan lokasi sipil dan warga sipil,” ucap Perdana Menteri al-Zindani.

Di sisi lain, pertempuran ini dilaporkan melebar ke wilayah tengah setelah pasukan pemerintah mengonfirmasi Houthi juga menembakkan beberapa rudal balistik ke kota Marib, sebuah kawasan strategis yang kaya cadangan minyak. Seperti biasa, atas eskalasi ini, pemerintah Arab Saudi secara terbuka menuduh Iran berada di balik layar sebagai aktor utama yang memasok persenjataan serta melatih milisi Houthi untuk merusak stabilitas diplomasi di Timur Tengah.

Sumber: Tutur.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with