Warga Khawatir Perang Kelompok Kembali Pecah, RT/RW Intensifkan Pemantauan
Seorang pemuda bernama Khairil (22) tewas setelah ditebas dalam pertikaian antarkelompok tersebut.

Perang kelompok yang melibatkan pihak Kokolojia dan Rajawali kembali pecah di Jalan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026) dini hari.Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.30 Wita tersebut menelan korban jiwa.
Seorang pemuda bernama Khairil (22) tewas setelah ditebas dalam pertikaian antarkelompok tersebut.Kelompok Kokolojia berada di wilayah Kelurahan Kunjung Mae, sedangkan kelompok Rajawali berada di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso.Camat Mariso Andi Syahrir mengatakan, pertikaian tersebut diduga dipicu persoalan sepele, yakni geberan sepeda motor.Meski demikian, perselisihan antara kedua kelompok tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama.Pada 15 September 2026, kedua kelompok itu juga sempat terlibat perselisihan yang menyebabkan satu orang terkena busur.Saat itu, pemerintah kecamatan bersama kepolisian telah berupaya mendamaikan kedua kelompok tersebut."Belum cukup sebulan kami damaikan di Polsek. Kami tidak pernah menyangka akan terjadi lagi perkelahian kelompok seperti ini karena sudah didamaikan," kata Andi Syahrir, Jumat (16/10/2026). Ia menjelaskan, dalam upaya perdamaian sebelumnya, sejumlah orang yang terlibat pertikaian sempat diamankan oleh kepolisian.Proses perdamaian tersebut dihadiri Camat Mariso, Sekretaris Camat Mariso, lurah dari kedua wilayah, serta sejumlah ketua RT/RW.Pasca-insiden pada Kamis dini hari, Pemerintah Kecamatan Mariso bersama aparat keamanan mendirikan posko pengamanan. Syahrir mengatakan, posko tersebut melibatkan pengurus RT/RW, koramil, Polsek Mariso, jajaran Polrestabes Makassar, serta personel Brimob.Posko didirikan di dekat Gereja Batak di Jalan Rajawali. Penjagaan direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (15/10/2026) malam.Menurut Syahrir, situasi di sekitar lokasi masih berpotensi memanas karna adanya korban meninggal dunia.Karena itu, aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan berupaya mencegah terjadinya aksi balasan."Kami berusaha agar jangan sampai ada aksi balasan atas kejadian semalam. Karena itu, dilakukan pengamanan oleh kepolisian dan jajaran TNI," ujarnya.Berdasarkan informasi yang diterima dari kepolisian, Syahrir mengatakan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pertikaian tersebut telah diamankan."Sudah ada yang diamankan, semoga ini dapat meredam," ucapnya.Untuk jangka panjang, ia menilai pengawasan orang tua dan lingkungan menjadi salah satu hal penting untuk mencegah perang kelompok kembali terulang.Ia meminta orang tua memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka mengenai bahaya dan dampak pertikaian antarkelompok.Selain itu, ketua RT/RW di masing-masing wilayah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pemuda serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan."Kami minta RT/RW tingkatkan pengawasan di lingkungan, harus dapat mendeteksi potensi kericuhan secepat mungkin," ucapnya.Pemerintah Kecamatan Mariso juga bekerja sama dengan kepolisian dan TNI melaksanakan program kunjoke sekolah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya perkelahian kelompok.Edukasi tersebut dilakukan dengan mendatangi sejumlah sekolah di Kecamatan Mariso, di antaranya SMP Negeri 29 Makassar, SMA Negeri 14 Makassar, dan SMA Nasional.Syahrir berharap pendekatan kepada orang tua, pengawasan lingkungan, dan edukasi di sekolah dapat membantu mencegah pertikaian serupa yang berpotensi menimbulkan korban jiwa."Semua upaya kita lakukan untuk mencegah kembali terulangnya perang kelompok," ucapnya.Sementara itu, Ketua RT 003/RW 002 Kelurahan Kunjung Mae, Rosna, mengatakan dirinya terus memantau lorong dan lingkungan untuk menjaga keamanan wilayah.Ia mengungkapkan, masyarakat saat ini merasa khawatir menyusul kembali pecahnya perang kelompok tersebut.Warga takut pertikaian kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak."Masyarakat saat ini takut, takut perang lagi, tapi kami sosialisasi untuk tenangkan," ucapnya.Rosna mengatakan, dirinya bersama pengurus RT/RW Kelurahan Kunjung Mae aktif mengikuti penjagaan di posko gabungan yang digelar pemerintah kecamatan dan kelurahan di Jalan Rajawali.Selain mengikuti penjagaan di posko, Rosna juga meminta warga melalui grup WhatsApp untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka."Kami intens komunikasi dengan warga, sewaktu-waktu ada insiden atau pengerahan massa, kami akan koordinasi ke pihak kepolisian secepatnya," ucapnya.Rosna berharap situasi keamanan dapat kembali normal. Menurutnya, rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat di lingkungan tempat tinggal."Harapan tentu tak ada lagi insiden. Kami terus berupaya menekan ketegangan, kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan keamanan," ucapnya.
Sumber: Tribun-timur.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...