Warga Arab Saudi Was-was terhadap Serangan Houthi
JAKARTA – (IMBCNEWS) – 18/10 – PENDUDUK ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menerima peringatan ancaman udara melalui ponsel dan meminta warganya agar menjauhi jendela serta pintu, Minggu (18/10) dini hari....

JAKARTA – (IMBCNEWS) – 18/10 – PENDUDUK ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menerima peringatan ancaman udara melalui ponsel dan meminta warganya agar menjauhi jendela serta pintu, Minggu (18/10) dini hari.
Selama Oktober saja, pihak Houthi telah melancarkan puluhan kali serangan ruda balistik dan drone ke sejumlah kota terutama ibu kota Riyadh. Yang terparah, menewaskan 17 orang dan melukai ratusan orang ketika sebuah rudal menghantam Badara King Khalid pada 11 Okt.
Mengutip AFP, peringatan bernada siaga satu tersebut menyebabkan kepanikan singkat di tengah keheningan malam, sebelum akhirnya dicabut oleh pihak berwenang beberapa menit kemudian.
Alarm darurat di layar ponsel tersebut menjadi sinyal kuat bahwa eskalasi serangan drone dan rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman kini mengintai pusat pemerintahan dan pemukiman warga sipil Kerajaan Arab Saudi.
Rentetan ancaman udara yang berulang ini langsung berdampak luas pada mobilitas publik hingga memicu kekhawatiran internasional.
Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan perpanjangan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa di wilayah Riyadh dan Diriyah untuk mengantisipasi potensi bahaya.
Pada saat yang sama, sejumlah kedutaan besar negara asing turut menerbitkan imbauan keselamatan yang memperingatkan warganya agar menghindari penggunaan fasilitas bandara di Arab Saudi.
Kondisi keamanan yang kian memanas ini mendorong Mesir, selaku negara sekutu dalam koalisi mempertimbangkan langkah bantuan militer secara penuh untuk membentengi Arab Saudi.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan bahwa negaranya siap mengambil tindakan tegas apabila diminta secara resmi oleh para pemimpin di Riyadh.
“Saya tidak berbicara tentang berperang melawan siapa pun atau menyerang siapa pun. Kami hanya berbicara tentang pertahanan,” kata Sisi menegaskan posisi Kairo.
Ia menambahkan bahwa sangat “tidak terbayangkan” bagi Mesir untuk hanya berdiam diri melihat Kerajaan Arab Saudi “dirugikan atau keamanan serta stabilitasnya terancam.”
Eskalasi konflik ini kian meningkat seiring aksi saling balas antara kedua belah pihak. Di satu sisi, militer Arab Saudi melaporkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan empat drone dalam beberapa jam terakhir di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, serta wilayah Selatan.
Sementara, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim pihak koalisi Saudi telah membombardir wilayah mereka dengan 53 serangan udara dalam kurun 24 jam terakhir yang menyebabkan “banyak korban tewas dan terluka.”
Eskalasi konflik antara Houthi, milisi proksi Iran di Yaman sudah di depan mata jika Amerika Serikat atau Israel turun tangan atau mitra Arab saudi di Aliansi Islam (Pakistan dan Turki) ikut cawe-cawe. Jika Israel yang notabene musuh kubu Arab, ikut bergabung, tentu bakal membuat konstelasi geopolitik di kawasan berubah. (imbcnews/nanangssumber diolah: AFP/CNNI)
Sumber: IMBCNews. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.