Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Vance peringatkan harga BBM AS bisa naik tiga kali lipat

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan harga bensin di dalam negeri berpotensi melonjak hingga tiga kali lipat apabila Angkatan Laut AS menghentikan ANTARA News riau 2 ...

Sumber foto: ANTARA News Riau

Moskow (ANTARA) – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan harga bensin di dalam negeri berpotensi melonjak hingga tiga kali lipat apabila Angkatan Laut AS menghentikan kehadirannya di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia.

Peringatan tersebut disampaikan Vance di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran yang berdampak pada pasokan energi global. Menurut dia, kehadiran militer AS di kawasan itu berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia.

"Harga bensin terlalu tinggi. Harganya bisa tiga kali lipat lebih mahal jika bukan Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjaga kelancaran aliran minyak dan gas keluar dari Selat Hormuz. Jika kita menyerah dan pergi begitu saja, harga energi akan melonjak drastis," kata Vance dalam wawancara dengan CBS.

Vance juga menegaskan bahwa Washington memiliki dua tujuan utama dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran, yakni mencegah Teheran memulihkan kemampuan pengayaan uranium serta menghindari krisis energi global akibat berkurangnya kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

Ia mengatakan AS menginginkan komitmen dari Iran agar negara itu tidak berupaya memulihkan kapasitas pengayaan uraniumnya. Pada saat yang sama, Washington berupaya mencegah gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi yang dapat memicu lonjakan harga di pasar internasional.

Selat Hormuz Jadi Titik Krusial Pasokan Energi DuniaKetegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang berada di sejumlah negara Timur Tengah.

Eskalasi konflik itu memicu gangguan serius di sekitar Selat Hormuz, hingga menimbulkan blokade de facto pada jalur pelayaran tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Gangguan lalu lintas pelayaran di kawasan itu turut menekan ekspor dan produksi minyak regional. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan energi dunia dan mendorong kenaikan harga di pasar internasional.

Pernyataan Vance menegaskan bahwa perkembangan konflik di sekitar Selat Hormuz tidak hanya berkaitan dengan keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi berdampak langsung pada biaya energi yang ditanggung masyarakat dan perekonomian global.

Pewarta : Asri Mayang Sari Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with