TV Nasional Iran Mendadak Siarkan Cara Berlindung Jika Terjadi Serangan Nuklir
Televisi nasional Iran mendadak menyiarkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir.

JAKARTA – Televisi nasional Iran mendadak menyiarkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir.
Dalam siaran tersebut, warga diberi instruksi mengenai cara berlindung saat ledakan terjadi hingga langkah penanganan apabila tubuh terpapar material radioaktif.
Panduan tersebut disiarkan pada Selasa, 3 November 2026.
Informasi ini dilaporkan Al Arabiya dan dikutip Ketik.com pada Rabu, 4 November 2026.
Dalam panduan itu, masyarakat diminta tidak melihat langsung kilatan cahaya akibat ledakan. Warga yang sedang berada di luar ruangan dianjurkan segera mencari tempat berlindung.
Apabila tidak dapat masuk ke dalam bangunan, masyarakat diminta berlindung di balik penghalang atau benda kokoh.
Warga juga dianjurkan berbaring serendah mungkin di permukaan tanah sambil melindungi kepala dan wajah.
Setelah ledakan berlalu, masyarakat diminta segera masuk ke bangunan terdekat.
Otoritas mengingatkan warga agar tidak tetap berada di luar hanya untuk menyaksikan atau mengambil foto.
Kendaraan juga tidak disarankan menjadi tempat berlindung.
Bagi masyarakat yang berada di dalam bangunan, otoritas menyarankan untuk menuju ruang bawah tanah atau bagian tengah gedung.
Warga diminta menjauhi jendela dan dinding bagian luar.
Selain itu, pendingin ruangan serta sistem ventilasi yang mengambil udara dari luar diminta untuk dimatikan guna mengurangi kemungkinan masuknya partikel radioaktif.
Panduan tersebut turut memuat langkah penanganan apabila seseorang terpapar material berbahaya.
Warga diminta segera mengganti pakaian yang diduga terkontaminasi tanpa mengibaskannya. Pakaian tersebut harus dimasukkan ke dalam wadah tertutup.
Bagian kulit yang terpapar dianjurkan segera dibersihkan menggunakan air dan sabun. Apabila rambut turut terkena paparan, masyarakat diminta mencucinya menggunakan sampo.
Jika tidak memungkinkan untuk mandi, bagian tubuh yang terpapar dapat dibasuh menggunakan air atau tisu basah.
Otoritas juga meminta warga menyiapkan persediaan air minum dan makanan kemasan.
Masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam bangunan setidaknya selama 24 jam serta mengikuti arahan pihak berwenang, terutama terkait jalur evakuasi yang aman.
Penyiaran panduan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberikan sinyal kemungkinan serangan terhadap Gunung Pickaxe di Iran.
Washington meyakini kawasan tersebut menjadi tempat penyimpanan komponen program nuklir Iran.
Sejumlah laporan media Amerika Serikat menyebut kemungkinan serangan tersebut melibatkan bom konvensional berkekuatan besar, termasuk Mother of All Bombs (MOAB).(*)
Sumber: Ketik. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Hezbollah Bantah Tuduhan Terlibat Operasi Militer Houthi di Yaman
Kelompok Hezbollah membantah tuduhan pemerintah transisi Yaman yang menyebut mereka mengirimkan personel ahli untuk membantu kelompok Houthi mengelola operasi militer di negara tersebut.
Warga Balikpapan Temukan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II, Pemicu Masih Aktif
Warga Balikpapan Temukan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II, Pemicu Masih Aktif
Aktivis desak Inggris tolak promosi wisata permukiman ilegal Israel
Sejumlah aktivis menggelar aksi di depan paviliun Israel dalam pameran pariwisata World Travel Market (WTM) di London, Inggris, pada Selasa (3/11), guna ...
Atlet Panahan Nasional Turun Gunung di Porprov XV Jabar 2026
Aksi pemanah nasional warnai hari pertama panahan Porprov Jabar 2026 di GOR Pajajaran. Bekasi & Bandung curi emas, persaingan antardaerah kian ketat.