Trump Tolak Opsi Gunakan Senjata Nuklir ke Iran, Isyaratkan Pakai MOAB
Trump menekankan bahwa MOAB adalah senjata konvensional, bukan senjata nuklir.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Washington tidak memerlukan senjata tersebut dan menegaskan bahwa "Ibu dari Segala Bom" (Mother of All Bombs/MOAB) bukanlah senjata nuklir.
Saat diwawancarai oleh Newsmax pada Kamis, 15 Oktober 2026, mengenai laporan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan penggunaan bom tersebut terhadap Iran—kemungkinan setelah pemilihan paruh waktu AS—Trump menekankan bahwa senjata itu bersifat konvensional, bukan nuklir.
"Ibu dari segala bom itu bukan senjata nuklir," ujarnya, sebagaimana dilansir TRT World. Dia menggambarkan MOAB sebagai "bom yang sangat besar".
Ia menegaskan kembali bahwa AS tidak perlu menggunakan senjata nuklir.
"Tidak, saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kami tidak perlu melakukannya," katanya.
Trump juga melontarkan kemungkinan adanya serangan lebih lanjut terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk sebuah lokasi yang diduga berada di bawah tanah yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain.
"Saat ini, kami sedang mengamati Pickaxe Mountain. Mungkin kami harus ke sana," ujarnya.
"Kami akan menyasar lokasi itu. Kami akan melumpuhkannya dengan cepat."
Sumber: news.okezone.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...