Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Trump Sebut AS Bisa Akhiri Perang dengan Iran

Donald Trump menyatakan AS dapat mengakhiri perang dengan Iran, tetapi menginginkan penyelesaian jangka panjang di tengah rencana serangan baru.

Sumber foto: ChatNews.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya dapat mengakhiri perang dengan Iran saat ini, tetapi Washington ingin memastikan penyelesaian konflik berlangsung dalam jangka panjang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat umum di Carolina Selatan pada Rabu waktu setempat, 21 Oktober 2026, di tengah laporan mengenai rencana serangan militer baru AS dan Israel terhadap Iran, dilansir dari CNBC Indonesia.

Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mengalahkan Iran secara menyeluruh, baik dari sisi militer maupun finansial. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, meskipun konflik kedua negara masih menyisakan persoalan yang belum terselesaikan.

Dalam pidatonya, Trump menyampaikan bahwa Washington memiliki pilihan untuk menghentikan perang segera, tetapi ingin memastikan hasilnya bertahan lama.

"Ini akan segera berakhir. Kita bisa pergi sekarang, tetapi kita ingin memastikan ini bertahan untuk waktu yang lama," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga mengklaim bahwa AS telah memberlakukan blokade ketat di Selat Hormuz. Ia bahkan menyebut jalur pelayaran strategis tersebut dengan nama yang berbeda, yakni Selat Trump.

Presiden AS itu mengaitkan pernyataannya dengan perubahan nama Teluk Meksiko yang sebelumnya dilakukan pemerintahannya.

"Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam bagian lain pidatonya, Trump mempertanyakan kemungkinan perubahan nama Selat Hormuz setelah pemerintahannya mengubah nama Teluk Meksiko.

"Kita mengubah nama Teluk Meksiko. Mengapa kita tidak bisa mengubah nama Selat Hormuz?" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan Trump muncul bersamaan dengan laporan The New York Times mengenai persiapan militer Amerika Serikat dan Israel untuk memperbarui serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat dan sumber internal AS.

Namun, belum ada kepastian apakah Trump akan menyetujui rencana serangan tersebut. Menurut laporan itu, Trump berulang kali menolak rencana untuk kembali melancarkan operasi tempur berskala besar pada tahun ini.

Seorang pejabat Gedung Putih menanggapi laporan mengenai kemungkinan serangan lanjutan dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengonfirmasi rencana militer yang belum dipastikan keberadaannya.

"Pemerintah tidak mengomentari rencana militer yang mungkin atau mungkin tidak ada," ujar seorang pejabat Gedung Putih.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dibalas Teheran melalui peluncuran rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan itu, sementara lalu lintas di Selat Hormuz terganggu.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi global. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut menjadi salah satu persoalan penting dalam konflik yang melibatkan Washington dan Teheran.

Upaya diplomatik juga belum menghasilkan penyelesaian. Nota kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar dilaporkan mengalami kebuntuan akibat perselisihan yang belum terselesaikan, termasuk mengenai navigasi pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: ChatNews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with