Trump Leluconkan Nama Mohammad Saat Kampanye di Georgia
Donald Trump melontarkan lelucon tentang nama Mohammad saat membahas kepresidenan Iran dalam kampanye Partai Republik di Georgia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan lelucon tentang popularitas nama Mohammad ketika membahas jabatan presiden Iran dalam kampanye politik di Dalton, Georgia, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam acara untuk mendukung kandidat Partai Republik menjelang pemilu sela 3 November, ia mengklaim nama tersebut dapat digunakan untuk menebak nama seseorang dari Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters yang dikutip sejumlah media, Trump menyampaikan pernyataan itu di hadapan pendukungnya dalam rapat umum di sebuah hanggar bandara di Dalton. Ia juga menyindir bahwa jabatan presiden Iran tidak diminati oleh siapa pun, sebelum berpura-pura menanyakan kesediaan beberapa orang bernama Mohammad untuk menduduki posisi tersebut.
Trump mengklaim peluang tebakannya benar mencapai 65 persen dan menyebut kebiasaan itu telah dilakukannya selama bertahun-tahun. Lelucon tersebut tidak mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir, menurut laporan media mengenai acara itu.
"Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, sebut saja 'Mohammad'." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia kemudian menjelaskan klaim mengenai ketepatan tebakannya sebelum mengalihkan pembicaraan kembali ke Iran. Dalam pernyataan berikutnya, Trump mengatakan,
"Kemungkinannya sekitar 65 persen. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukan ini selama bertahun-tahun, dan saya tidak pernah salah." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga mengaitkan lelucon tersebut dengan situasi kepemimpinan Iran. Ia menyampaikan pernyataan berikut saat membahas jabatan presiden negara itu.
"Iran adalah satu-satunya negara di mana tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Masoud Pezeshkian telah menjabat sebagai presiden Iran sejak 2024. Nama Mohammad sendiri merupakan salah satu nama laki-laki yang umum digunakan di kalangan Muslim dan berasal dari nama Nabi Muhammad.
Komentar Trump muncul di tengah kritik berulang dari aktivis hak asasi manusia dan kelompok advokasi Muslim terhadap retorikanya mengenai umat Islam, imigran, serta kelompok etnis minoritas di Amerika Serikat. Kritik tersebut kembali mengemuka selama rangkaian kampanye menjelang pemilu sela.
Di antara tokoh yang menjadi bagian dari perdebatan politik tersebut adalah Abdul El-Sayed, kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat yang beragama Islam, serta Ilhan Omar, anggota DPR dari Partai Demokrat yang mewakili Minnesota dan datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi dari Somalia.
Laporan tahunan Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang dirilis pada awal 2026 mengaitkan peningkatan Islamofobia di Amerika Serikat dengan sejumlah faktor, termasuk kebijakan pengetatan imigrasi pada masa jabatan kedua Trump dan tindakan terhadap aksi protes pro-Palestina.
Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.