Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Trump Leluconkan Nama Mohammad Saat Bahas Iran di Georgia

Donald Trump menjadikan popularitas nama Mohammad sebagai bahan lelucon saat membahas jabatan presiden Iran dalam kampanye Partai Republik di Georgia.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan lelucon tentang popularitas nama Mohammad di kalangan Muslim saat membahas jabatan presiden Iran dalam rapat umum kampanye di Dalton, Georgia, pada Jumat. Dalam pidato tersebut, Trump juga menyindir situasi politik Iran ketika berkampanye untuk kandidat Partai Republik menjelang pemilihan umum sela pada 3 November.

Menurut laporan Reuters, Trump menyampaikan lelucon itu di hadapan massa yang berkumpul di sebuah hanggar di Bandara Kota Dalton. Ia mengklaim nama Mohammad memiliki kemungkinan sekitar 65 persen untuk cocok ketika seseorang tidak yakin dengan nama orang yang berasal dari Timur Tengah.

Mohammad merupakan salah satu nama laki-laki yang paling umum digunakan oleh umat Muslim. Nama tersebut berasal dari nama Nabi Muhammad.

Dalam pidatonya, Trump menggambarkan nama Mohammad sebagai pilihan yang menurutnya sering tepat digunakan ketika menyapa seseorang dari kawasan Timur Tengah.

"Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, sebut saja 'Mohammad'," ujar Trump kepada massa di Dalton, Georgia, seperti dilansir Reuters.

Trump kemudian mengklaim bahwa pendekatan tersebut telah digunakannya selama bertahun-tahun. Ia juga menyebut perkiraan peluang kecocokan nama itu ketika menyampaikan leluconnya kepada para pendukung yang hadir.

"Kemungkinannya sekitar 65 persen. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukan ini selama bertahun-tahun, dan saya tidak pernah salah," ujar Trump.

Setelah menyinggung nama Mohammad, Trump mengalihkan pembicaraan ke kondisi politik Iran. Ia menyindir jabatan presiden di negara tersebut dengan menyebut posisi itu sebagai jabatan yang tidak diinginkan siapa pun.

"Iran adalah satu-satunya negara di mana tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden," kata Trump.

Trump kemudian berpura-pura bertanya kepada beberapa orang bernama Mohammad apakah mereka bersedia menjadi presiden Iran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia berkampanye untuk kandidat Partai Republik di Georgia.

Masoud Pezeshkian telah menjabat sebagai presiden Iran sejak 2024. Sementara itu, menurut laporan Reuters, massa yang menghadiri rapat umum Trump di Georgia memberikan reaksi yang dingin terhadap lelucon tersebut.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with