Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Timur Tengah Makin Panas! Mesir Siap Bantu Arab Saudi, Iran Lempar Tawaran 7 Hari ke AS

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat di tengah serangkaian perkembangan keamanan, diplomasi, dan konflik bersenjata yang melibatkan Iran, AS, hingga Saudi.

Sumber foto: VIVA Jakarta

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat di tengah serangkaian perkembangan keamanan, diplomasi, dan konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Arab Saudi, Yaman, Israel, serta Amerika Serikat (AS).

Di tengah eskalasi memanas, Mesir menyatakan kesiapan memberikan dukungan yang diperlukan kepada Arab Saudi untuk pertahankan keamanan dan stabilitasnya. Sementara itu, Iran mengklaim sudah menyampaikan rencana kepada Washington untuk buka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Perkembangan lain datang dari Yaman. Pemerintah yang diakui secara internasional mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas pemerintahan, kawasan permukiman, dan infrastruktur sipil.

Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan bahwa persoalan keamanan kawasan tak hanya berlangsung di medan konflik. Namun, juga merambah jalur diplomasi dan hubungan antarnegara.

Kepresidenan Mesir menegaskan kesiapan Kairo bantu Arab Saudi menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas negara tersebut.

Dewan Pertahanan Nasional Mesir yang dipimpin Presiden Abdel Fattah el-Sisi menyatakan akan memberikan semua dukungan yang diperlukan dan memungkinkan kepada Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan dan stabilitasnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman melaporkan perkembangan terbaru terkait ancaman udara.

Koalisi mengklaim telah menembak jatuh sejumlah drone di dekat Riyadh. Dalam perkembangan terpisah, koalisi juga melaporkan dua tentara tewas akibat kecelakaan helikopter di Najran, Arab Saudi.

Insiden tersebut menambah daftar perkembangan keamanan yang menjadi perhatian di kawasan, meskipun penyebab kecelakaan helikopter itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam laporan yang tersedia.

Di jalur diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah menyampaikan rencana tujuh hari kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui Qatar sebagai perantara.

Menurut Araghchi, tawaran tersebut masih berada dalam pertimbangan Washington. Ia juga menyatakan bahwa keputusan selanjutnya berada di tangan pemerintah AS.

“Pemilu sekarang berada di tangan Washington," demikian pernyataan Araghchi sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Senin, 19 Oktober 2026.

Sumber: VIVA Jakarta. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with