Terjebak 8 Bulan di Medan Perang, Tentara Ukraina Potong Kakinya Sendiri demi Bertahan Hidup
Selama delapan bulan terjebak sendirian di tengah medan perang, seorang tentara Ukraina harus menghadapi penderitaan yang sulit dibayangkan.

Selama delapan bulan terjebak sendirian di tengah medan perang, seorang tentara Ukraina harus menghadapi penderitaan yang sulit dibayangkan. Kaki kirinya membusuk akibat radang dingin hingga terlepas, sementara kaki kanannya terpaksa diamputasi sendiri menggunakan pisau demi mempertahankan hidup.
Konstantin Vlasenko, 49 tahun, akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi evakuasi menggunakan drone angkut berat yang membawanya keluar dari wilayah pertempuran di bawah tembakan pasukan Rusia.
Kisah perjuangannya bertahan hidup di tengah luka parah, cuaca ekstrem, kelaparan, dan kesepian itu diungkapkannya dalam wawancara dengan media Ukraina, Censor, setelah penyelamatan yang berlangsung pada Oktober 2026.
Vlasenko merupakan anggota Brigade Mekanis Terpisah ke-30 Ukraina. Ia terjebak di dekat Kupiansk, wilayah timur Kharkiv, sejak Juni 2025.
Awalnya, ia tidak sendirian. Seorang rekannya yang dikenal dengan nama Baski turut bertahan bersamanya di tengah kepungan pertempuran.
Namun, keadaan berubah tragis pada 16 Februari 2026. Sebuah drone Rusia menemukan tempat persembunyian mereka di sebuah bangunan sekolah yang telah hancur.
Serangan itu menyebabkan Vlasenko mengalami luka serius pada kakinya, sementara Baski tewas.
"Saya tidak berhasil menyelamatkannya, dan dia meninggal pada hari ulang tahunnya yang ke-50," kata Vlasenko mengenang rekannya.
Sejak saat itu, ia harus menghadapi kerasnya medan perang seorang diri, dengan kondisi fisik yang terus memburuk dan harapan untuk dievakuasi yang semakin menipis.
Dalam kondisi terluka parah, Vlasenko berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak menuju sebuah tungku besi cor tua.
Tempat sempit itu menjadi persembunyiannya dari serangan yang terus mengancam. Ia tidak memiliki kemampuan untuk bergerak jauh, sementara upaya pasukan Ukraina menjangkaunya terkendala situasi pertempuran.
Meski tidak dapat segera mengevakuasinya, pasukan Ukraina berupaya menjaga agar Vlasenko tetap hidup. Makanan, air, dan perlengkapan medis dijatuhkan menggunakan drone ke lokasi persembunyiannya.
Dalam salah satu pengiriman bantuan, istrinya bahkan berhasil menyelipkan sebuah novel karya penulis Stephen King.
Bagi seseorang yang terisolasi selama berbulan-bulan di tengah kehancuran, kiriman tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada orang-orang yang memikirkannya di luar tempat persembunyian itu.
Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...