Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Tanda-tanda AS Bersiap Gempur Iran Lagi, Serangan Besar Bisa Terjadi Usai Pemilu Sela?

AS menunjukkan tanda-tanda bersiap kembali gempur Iran usai pemilu sela 3 November, tapi pakar menilai eskalasi militer tak akan mampu akhiri perang.

Sumber foto: Kompas.com

Suzanne Maloney, Direktur Program Kebijakan Luar Negeri di lembaga riset Brookings Institution, memperkirakan serangan baru kemungkinan terjadi setelah pemilu sela AS pada 3 November mendatang.

"Saya sekarang memperkirakan kemungkinan serangan terjadi tidak lama setelah pemilu sela," kata Maloney, sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026).

Ia menunjuk sejumlah indikasi yang mengarah pada kemungkinan tersebut, termasuk pengerahan tambahan aset militer dan pasukan AS ke Timur Tengah, peringatan yang dikeluarkan bagi warga Amerika di kawasan itu, serta status siaga tinggi militer Israel.

Maloney juga menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang secara terbuka mengatakan tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilu sela.

Menurut dia, keputusan menyerang Iran sebelum pemungutan suara juga tidak akan menguntungkan Trump secara elektoral.

Perang AS-Israel melawan Iran sejauh ini tidak populer di kalangan masyarakat Amerika. Salah satu penyebabnya adalah lonjakan harga bahan bakar yang membebani masyarakat dan berpotensi merugikan Partai Republik pimpinan Trump dalam pemilu sela yang krusial.

Meski begitu, Maloney menilai situasi saat ini sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Blokade AS semakin menekan Iran, sementara Washington sendiri harus mengerahkan banyak aset angkatan laut untuk mempertahankan operasi tersebut.

Pada Jumat (23/10/2026), Trump mengatakan AS mungkin akan kembali melancarkan "sedikit lagi Epic Fury", merujuk pada nama operasi militer AS terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari. Tetapi, ia tidak menyebutkan kapan serangan tersebut akan dilakukan.

Jason Campbell, peneliti senior di Middle East Institute, juga melihat sejumlah tanda yang mengindikasikan kemungkinan dimulainya kembali serangan.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with