Suriah-Arab Saudi Dikabarkan Bakal Kerahkan 10.000 Pejuang ke Yaman untuk Lawan Houthi
Suriah dan Arab Saudi dilaporkan membahas kemungkinan pengerahan sekitar 10.000 pejuang Suriah ke Yaman untuk menghadapi kelompok Houthi.

Suriah dan Arab Saudi dilaporkan membahas kemungkinan pengerahan sekitar 10.000 pejuang Suriah ke Yaman untuk menghadapi kelompok Houthi. Rencana yang juga berpotensi melibatkan kombatan asing tersebut mencuat di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan dan kekhawatiran meluasnya konflik di Yaman.
Laporan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar, yang mengutip sejumlah sumber Yaman, Rabu menyebutkan delegasi militer Suriah telah membahas kemungkinan pengerahan ribuan personel ke Yaman dalam pertemuan di Arab Saudi.
Pasukan tersebut direncanakan untuk membantu operasi melawan gerakan Houthi. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa kesepakatan pengerahan pasukan telah dicapai oleh kedua negara.
Menurut laporan itu, delegasi militer Suriah antara lain terdiri atas Brigadir Jenderal Khaled Khattab, mantan komandan faksi Ansar al-Tawhid yang kini memimpin Divisi ke-82, serta Brigadir Jenderal Haitham al-Ali, yang dikenal dengan nama Abu Muslim dan disebut sebagai komandan Korps Ketiga.
Informasi mengenai pembahasan tersebut menambah perhatian terhadap kemungkinan perubahan konfigurasi kekuatan militer di Yaman, negara yang selama bertahun-tahun dilanda konflik bersenjata.
Pembahasan mengenai kemungkinan pengiriman pasukan Suriah ke Yaman bukan kali pertama dilaporkan.
Pada 7 Oktober 2026, Reuters dan Axios juga memberitakan bahwa Riyadh dan Damaskus telah membahas kemungkinan pengerahan personel militer Suriah ke negara tersebut.
Axios memperkirakan jumlah pasukan yang berpotensi dikerahkan berkisar antara 10.000 hingga 20.000 personel. Divisi ke-84 dan Divisi ke-90 disebut sebagai salah satu opsi dalam pembahasan tersebut.
Meski demikian, laporan-laporan itu belum menjadi bukti bahwa pengerahan pasukan telah diputuskan atau akan segera dilaksanakan.
Penasihat media kepresidenan Suriah, Ahmed Zaidan, membantah bahwa pemerintahnya telah menerima permintaan dari Arab Saudi untuk mengirim pasukan ke Yaman.
Seorang diplomat Suriah juga mengatakan bahwa setiap bentuk kerja sama militer akan dilakukan melalui jalur resmi. Ia menegaskan bahwa pemulihan kondisi dalam negeri tetap menjadi prioritas Damaskus.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan antara laporan mengenai pembahasan militer dan sikap resmi pemerintah Suriah.
Selain kemungkinan pengerahan pasukan, Al-Akhbar melaporkan adanya pelatih drone asal Suriah yang ditempatkan di sejumlah lokasi di Arab Saudi bagian selatan dan Yaman.
Mengutip sumber yang dekat dengan pemerintah yang berbasis di Aden, surat kabar itu menyebut para pelatih tersebut membantu melatih anggota pasukan Perisai Bangsa dan Brigade Raksasa.
Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...