Sisi tegaskan Mesir siap bela Arab Saudi, tetapi tak akan serang Yaman
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk memberikan dukungan militer demi melindungi wilayah Arab Saudi jika diperlukan. Namun, ia memastikan bahwa ANTARA News riau 2 ...

Kairo (ANTARA) – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk memberikan dukungan militer demi melindungi wilayah Arab Saudi jika diperlukan. Namun, ia memastikan bahwa misi pertahanan tersebut tidak akan mencakup serangan ke wilayah Yaman.
Pernyataan itu disampaikan Sisi pada Rabu (21/10) dalam sesi keamanan nasional dan warga negara pada hari ketiga Forum Mesir 2026, menurut keterangan resmi kepresidenan Mesir.
Sisi menekankan bahwa keterlibatan militer Mesir akan dibatasi pada upaya melindungi wilayah dan perbatasan negara yang dibela. Ia juga menegaskan bahwa Mesir tidak akan melakukan operasi militer melampaui batas wilayahnya sendiri maupun perbatasan negara yang menjadi sasaran perlindungan.
“Keamanan nasional Arab tidak dapat dipisahkan,” kata Sisi, seraya menegaskan bahwa stabilitas negara-negara Teluk merupakan bagian penting dari kepentingan keamanan nasional Mesir.
Ia juga menyatakan bahwa Mesir siap membela wilayah negara-negara Arab lainnya apabila diminta. Menurut Sisi, dukungan tersebut didasarkan pada kepentingan keamanan bersama dan upaya menjaga stabilitas kawasan.
Parlemen Mesir tunda keputusan dukungan militer
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Wacana keterlibatan militer Mesir mengemuka setelah Sisi pada Sabtu (17/10) meminta parlemen memberikan otorisasi atas kemungkinan pengerahan dukungan militer untuk membela Arab Saudi apabila negara kerajaan itu memintanya.
Parlemen Mesir kemudian menggelar sidang pada Minggu (18/10) dan Senin (19/10). Namun, pemungutan suara mengenai otorisasi tersebut ditunda hingga 26 Oktober.
Penundaan itu membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan dukungan militer Mesir masih menunggu proses di parlemen.
Pernyataan Sisi muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan, sehingga situasi keamanan kawasan menjadi perhatian.
Sikap Mesir tersebut menegaskan garis kebijakan yang disampaikan Sisi: Kairo membuka kemungkinan membantu mempertahankan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya, tetapi menempatkan perlindungan wilayah sebagai batas keterlibatan militernya, bukan menyerang Yaman.
Pewarta : Xinhua Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...