Seribu Atlet Karate Muda Gaza Meraih Mimpi di Tengah Perang
Sebanyak 1.000 atlet laki-laki dan perempuan secara resmi bergabung dengan Federasi Karate Palestina di Jalur Gaza. Di tengah kehancuran infrastruktur,

Sebanyak 1.000 atlet laki-laki dan perempuan secara resmi bergabung dengan Federasi Karate Palestina di Jalur Gaza. Di tengah kehancuran infrastruktur, pengungsian berulang, dan ketidakpastian akibat perang militer Israel yang memasuki tahun ketiga, para atlet muda ini tetap konsisten berlatih di arena darurat.
Federasi mengumumkan pencapaian tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (20/10). Mereka menyampaikan informasi tersebut di tenda Serikat Jurnalis Palestina yang berada di Pusat Kebudayaan Rashad al-Shawa, Kota Gaza. Sejumlah tokoh nasional, pegiat olahraga, jurnalis, dan keluarga atlet menghadiri acara tersebut.
Direktur Jenderal Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga, Dr. Yahya al-Khatib, menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan federasi dalam menjaga denyut kegiatan olahraga. Ia menyoroti bahwa lebih dari 1.000 atlet, termasuk di dalamnya anak-anak penyandang disabilitas, terus disiplin mengikuti sesi latihan. Mereka memiliki tekad yang teguh meskipun terhimpit berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.
Wakil Presiden Federasi Karate Palestina, Kapten Hassan al-Rai, menjelaskan bahwa lorong-lorong di antara tenda pengungsian dan area berpasir kini difungsikan sebagai gelanggang latihan. Tempat tersebut kini menggantikan aula olahraga yang telah rata dengan tanah.
Namun, komunitas karate juga menanggung duka mendalam: sebanyak 49 karateka, mencakup para pelatih, atlet, dan tenaga keolahragaan, dilaporkan terbunuh akibat agresi genosida. Al-Rai mendesak organisasi internasional dan donatur global untuk mengalirkan dukungan, khususnya bagi atlet anak penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan khusus.
Ia mendesak organisasi internasional dan para donor membantu atlet, terutama anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan khusus.
Sekretaris Serikat Jurnalis Palestina di Gaza, Dr. Ahed Farwana, menegaskan bahwa olahraga menjadi salah satu cara warga Palestina menunjukkan keteguhan mereka. Ia juga meminta media internasional mengangkat kisah anak-anak Gaza yang terus mengejar cita-cita di tengah penderitaan.
Dalam acara tersebut, atlet muda Siwar Tabil menyampaikan pidato berbahasa Inggris tentang arti karate bagi kehidupan dan masa kecilnya selama agresi. Para atlet sabuk hitam, remaja, perempuan muda, dan penyandang disabilitas juga memperagakan kemampuan mereka.
Keikutsertaan 1.000 atlet ini menunjukkan bahwa anak-anak dan pemuda Gaza tetap mempertahankan hak mereka untuk berolahraga. Selain itu, mereka juga tetap mengembangkan kemampuan dan membangun masa depan meski perang merenggut banyak hal dari kehidupan mereka.
Sumber: Adara Relief International. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.