Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Seribu Atlet Karate Muda Gaza Meraih Mimpi di Tengah Perang

Sebanyak 1.000 atlet laki-laki dan perempuan secara resmi bergabung dengan Federasi Karate Palestina di Jalur Gaza. Di tengah kehancuran infrastruktur,

Sumber foto: Adara Relief International

Sebanyak 1.000 atlet laki-laki dan perempuan secara resmi bergabung dengan Federasi Karate Palestina di Jalur Gaza. Di tengah kehancuran infrastruktur, pengungsian berulang, dan ketidakpastian akibat perang militer Israel yang memasuki tahun ketiga, para atlet muda ini tetap konsisten berlatih di arena darurat.

Federasi mengumumkan pencapaian tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (20/10). Mereka menyampaikan informasi tersebut di tenda Serikat Jurnalis Palestina yang berada di Pusat Kebudayaan Rashad al-Shawa, Kota Gaza. Sejumlah tokoh nasional, pegiat olahraga, jurnalis, dan keluarga atlet menghadiri acara tersebut.

Direktur Jenderal Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga, Dr. Yahya al-Khatib, menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan federasi dalam menjaga denyut kegiatan olahraga. Ia menyoroti bahwa lebih dari 1.000 atlet, termasuk di dalamnya anak-anak penyandang disabilitas, terus disiplin mengikuti sesi latihan. Mereka memiliki tekad yang teguh meskipun terhimpit berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Wakil Presiden Federasi Karate Palestina, Kapten Hassan al-Rai, menjelaskan bahwa lorong-lorong di antara tenda pengungsian dan area berpasir kini difungsikan sebagai gelanggang latihan. Tempat tersebut kini menggantikan aula olahraga yang telah rata dengan tanah.

Namun, komunitas karate juga menanggung duka mendalam: sebanyak 49 karateka, mencakup para pelatih, atlet, dan tenaga keolahragaan, dilaporkan terbunuh akibat agresi genosida. Al-Rai mendesak organisasi internasional dan donatur global untuk mengalirkan dukungan, khususnya bagi atlet anak penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan khusus.

Ia mendesak organisasi internasional dan para donor membantu atlet, terutama anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan khusus.

Sekretaris Serikat Jurnalis Palestina di Gaza, Dr. Ahed Farwana, menegaskan bahwa olahraga menjadi salah satu cara warga Palestina menunjukkan keteguhan mereka. Ia juga meminta media internasional mengangkat kisah anak-anak Gaza yang terus mengejar cita-cita di tengah penderitaan.

Dalam acara tersebut, atlet muda Siwar Tabil menyampaikan pidato berbahasa Inggris tentang arti karate bagi kehidupan dan masa kecilnya selama agresi. Para atlet sabuk hitam, remaja, perempuan muda, dan penyandang disabilitas juga memperagakan kemampuan mereka.

Keikutsertaan 1.000 atlet ini menunjukkan bahwa anak-anak dan pemuda Gaza tetap mempertahankan hak mereka untuk berolahraga. Selain itu, mereka juga tetap mengembangkan kemampuan dan membangun masa depan meski perang merenggut banyak hal dari kehidupan mereka.

Sumber: Adara Relief International. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with