Serangan Udara Koalisi Arab Saudi di Yaman Tewaskan 12 Orang
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai belasan lainnya, menurut otoritas Houthi.

Sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Sabtu (24/10/2026). Serangan tersebut dilaporkan menghantam sebuah pabrik semen dan perumahan pekerja di Distrik Hamdan, Provinsi Sanaa, serta sebuah rumah tinggal di ibu kota Yaman itu.
Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok Houthi menyebut delapan orang tewas dalam serangan terhadap pabrik semen dan perumahan pekerja. Korban terdiri atas enam perempuan dan seorang anak perempuan, sedangkan identitas satu korban lainnya tidak dirinci dalam laporan tersebut.
Lebih dari 10 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan di lokasi itu.
Selain serangan di Distrik Hamdan, empat orang dilaporkan tewas ketika serangan udara menghantam sebuah rumah tinggal di Sanaa. Dua di antara korban tewas tersebut merupakan anak-anak. Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Informasi mengenai jumlah korban tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi. Belum terdapat konfirmasi independen mengenai jumlah korban maupun perincian kerusakan yang dilaporkan.
Serangan tersebut terjadi di tengah konflik antara kelompok Houthi dan pasukan yang setia kepada Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Menurut informasi yang diberikan, bentrokan kembali terjadi pada Agustus setelah jeda selama 4 tahun.
Konflik di Yaman melibatkan sejumlah pihak dengan kepentingan politik dan militer yang berbeda. Kelompok Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah lain, sedangkan pemerintah yang diakui secara internasional mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
Laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini menyebut konflik kembali memanas setelah Houthi mulai menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer Yaman terhadap bandara di Sanaa.
Namun, perincian kronologi, pihak yang bertanggung jawab atas setiap serangan, serta kaitan langsung antara insiden-insiden tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui sumber independen.
Dampak serangan udara terhadap warga sipil menjadi perhatian dalam konflik Yaman, terutama ketika fasilitas industri dan kawasan tempat tinggal dilaporkan terdampak. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban, kerusakan bangunan, dan perkembangan konflik masih diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai insiden tersebut.
Sumber: BeritaSatu.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...