Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Serangan Kapal di Selat Hormuz Capai Rekor Tertinggi sejak Perang Iran

Serangan Kapal di Selat Hormuz meningkat dengan sedikitnya 10 kapal diserang sejak 11 Oktober 2026. Sejak itu, ekspor minyak Teluk kembali turun lagi.

Sumber foto: IDN Times

Penargetan kapal dagang oleh Iran pertama kali dimulai pada Maret 2026 sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke wilayahnya. Kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April dan menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kesepakatan itu runtuh dalam hitungan minggu setelah perundingan macet, yang memicu Iran melanjutkan serangan dan AS kembali memberlakukan blokade pelabuhan.

Sejak bentrokan kembali pecah pada Juli, serangan terhadap kapal tanker minyak dan kargo terus meningkat setiap bulannya. Tercatat ada 12 serangan pada Juli dan 10 insiden pada Agustus di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, serta Sohar, Oman. Angka ini naik menjadi 18 kapal pada September seiring langkah AS dan negara-negara Teluk menggunakan kapal-kapal kecil untuk memindahkan minyak ke tanker besar di area aman.

IRGC menuduh metode pemindahan minyak antarkapal tersebut sebagai upaya penyelundupan ilegal untuk menembus blokade mereka, sehingga memperluas target serangan ke kapal pemasok dan kapal tunda. Sejak akhir Mei 2026, Teheran mewajibkan semua kapal meminta izin terlebih dahulu dari Angkatan Laut IRGC sebelum melintasi Selat Hormuz. Iran memperingatkan bahwa pelayaran tanpa izin, penggunaan jalur di perairan Oman untuk menghindari perairan Iran, atau tindakan mematikan sistem navigasi akan dianggap sebagai ancaman keamanan.

Sumber: IDN Times. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with