Serangan Houthi Guncang Saudi, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah?
Situasi keamanan Arab Saudi kembali menjadi perhatian menyusul laporan dua ledakan yang terdengar di Riyadh pada Sabtu (24/10/2026), di tengah...

Situasi keamanan Arab Saudi kembali menjadi perhatian menyusul laporan dua ledakan yang terdengar di Riyadh pada Sabtu (24/10/2026), di tengah meningkatnya ancaman serangan drone dan rudal yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Perkembangan ini memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan masyarakat, aktivitas penerbangan, serta nasib jemaah umrah yang tengah berada di Tanah Suci dan calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim berikutnya.
Otoritas Arab Saudi dilaporkan mengaktifkan sistem peringatan dini untuk meningkatkan kewaspadaan penduduk terhadap potensi ancaman. Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat sejumlah ancaman udara, termasuk drone di wilayah timur dan sebuah rudal balistik yang disebut mengarah ke Riyadh.
Juru bicara koalisi, Turki Al-Maliki, dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, menyebutkan bahwa sejumlah drone telah dicegat di wilayah Riyadh, Madinah, Provinsi Timur, dan kawasan selatan Arab Saudi.
“Sebuah drone berhasil dicegat dan dihancurkan di Provinsi Timur,” ujar Turki Al-Maliki.
Laporan tersebut menempatkan keamanan wilayah Arab Saudi dalam sorotan, terutama karena negara itu menjadi tujuan jutaan umat Islam dari berbagai negara untuk menjalankan ibadah umrah dan haji setiap tahun.
Meski demikian, informasi mengenai ledakan dan pencegatan rudal tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Arab Saudi berada dalam kondisi berbahaya dengan tingkat ancaman yang sama. Situasi keamanan, dampak terhadap penerbangan, dan status operasional tempat-tempat ibadah perlu dinilai berdasarkan informasi resmi terbaru dari pemerintah Arab Saudi serta otoritas penerbangan.
Dua ledakan dilaporkan terdengar di Riyadh pada Sabtu pagi ketika otoritas Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan udara. Pada saat yang sama, sistem peringatan dini diaktifkan sebagai bagian dari upaya memberi tahu penduduk mengenai kemungkinan ancaman.
Sumber: VISI.NEWS. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...