Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Seminar Nasional IMSI, Kadep Sastra Indonesia FIB Unhas Tekankan Pentingnya Karakter Budaya

Ketua Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Dra Muslimat MHum, memberikan sambutan pada Seminar Nasional Festival Bara Swara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Ikatan Mahasiswa...

Sumber foto: identitas Unhas

Ketua Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Dra Muslimat MHum, memberikan sambutan pada Seminar Nasional Festival Bara Swara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia Keluarga Mahasiswa (KMFIB) Unhas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof Mattulada FIB Unhas, Rabu (21/10).

Dalam pemaparannya, Muslimat menjelaskan, sastra telah mengalami transformasi media, penyebarannya tidak lagi terbatas pada media cetak seperti buku atau jurnal. Ia mengatakan, hal ini sejalan dengan tema seminar nasional ini yang menyoroti posisi sastra Indonesia dalam menghadapi dinamika dan pergeseran zaman.

“Saat ini, teks bergerak cepat melalui perangkat telepon genggam, platform digital, dan media sosial sebagai realitas yang tidak dapat dihindari. Pertanyaan utama kita saat ini mencakup dilema apakah sastra akan mampu bertahan, beradaptasi melalui perubahan, atau justru kehilangan relevansinya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sejarah sastra Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dari era sastra lisan, hingga media cetak seperti koran dan majalah. Menurutnya, setiap fase krisis atau kesulitan, sastra selalu mampu melahirkan gagasan-gagasan cemerlang yang memperkokoh fondasi dasarnya.

“Dari sastra lisan bertransformasi ke naskah, lalu beralih ke media cetak, hingga media digital seperti sekarang ini membuktikan bahwa sastra sejalan dengan perubahan-perubahan yang ada,” ucapnya.

Sebagai penutup, Muslimat menyebut, sinergi antar civitas academica penting untuk membangun lingkungan akademik yang dinamis. Kolaborasi ini bertujuan mencetak generasi muda yang berkarakter dan berakar pada budaya lokal agar mampu menghadapi berbagai hambatan di era globalisasi.

“Mari kita menjamin menjadi kerjasama sebaik mungkin untuk menjadikan anak kita adalah anak yang berkarakter, berkarakter keindonesiaan, berkarakter melalui budaya kita,” tutupnya.

Sumber: identitas Unhas. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with