SDN 012 Ranai Dipersiapkan Jadi Sekolah Percontohan Edukasi Geopark Nasional
RRI.CO.ID. Natuna: SD Negeri 012 Ranai menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian dalam persiapan pengembangan edukasi Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekolah tersebut telah dua kali menerima kunjungan tim...

RRI.CO.ID. Natuna: SD Negeri 012 Ranai menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian dalam persiapan pengembangan edukasi Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekolah tersebut telah dua kali menerima kunjungan tim Geopark untuk melakukan pemantauan sekaligus menyosialisasikan persiapan penerapan pendidikan berbasis geopark.
Kepala SDN 012 Ranai, Afrida, mengatakan kunjungan pertama dilakukan oleh tim Geopark bersama tim Geopark pusat. Selanjutnya, pada Jumat (16 Oktober 2026), tim kembali mengunjungi sekolah untuk memberikan sosialisasi terkait persiapan pengembangan edukasi geopark di lingkungan pendidikan.
Menurut Afrida, dalam kunjungan tersebut turut hadir sejumlah pihak dari Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Natuna serta tim yang terlibat dalam pengembangan Geopark Natuna. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sekolah agar lebih mengenal dan mengintegrasikan potensi geopark ke dalam kegiatan pembelajaran.
“Kemarin, Jumat, tim datang lagi ke sekolah kami sekitar pukul sembilan pagi untuk menyosialisasikan persiapan Geopark Nasional. Sebelumnya, sekolah juga sudah dikunjungi tim Geopark bersama tim Geopark pusat untuk melakukan pemantauan.” Ujar Afrida Sabtu 17 Oktober 2026.
Afrida menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, SDN 012 Ranai dan SMP Negeri 2 Natuna menjadi dua sekolah yang mendapat perhatian dalam persiapan pengembangan edukasi geopark tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah keberadaan batuan yang memiliki nilai geologi serta adanya penerapan pembelajaran bernuansa geopark yang telah mulai dilakukan di sekolah.
Meski demikian, penerapan kurikulum geopark secara khusus sebagai muatan lokal hingga kini belum dipastikan. Afrida menyebutkan, pembelajaran mengenai geopark di SDN 012 Ranai masih dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang sudah ada dalam kurikulum sekolah.
“Untuk kurikulumnya, saat ini belum diterapkan sebagai muatan lokal. Masih terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Namun, sebagian penerapannya sudah kami jalankan dalam kegiatan pembelajaran bersama anak-anak.” Ucapnya
Ia menambahkan, integrasi edukasi geopark dilakukan dengan menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi geografis, potensi alam, serta budaya yang ada di Kabupaten Natuna. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami potensi daerah melalui pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Matematika, guru dapat mengajarkan materi jarak dan kecepatan dengan menggunakan lokasi geosite di Natuna sebagai bahan pembelajaran. Siswa dapat menghitung jarak dari kawasan Batu Kasah menuju wilayah Cemaga, sehingga materi matematika sekaligus memperkenalkan potensi geologi dan bentang alam daerah setempat.
Menurut Afrida, pendekatan serupa juga dapat diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa dapat dilatih menyampaikan informasi, mengikuti petunjuk, dan mempraktikkan suatu kegiatan secara runtut dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan kuliner khas Natuna sebagai bahan pembelajaran.
Salah satu contohnya adalah praktik membuat kernas, makanan khas Natuna berbahan dasar ikan dan sagu. Dalam kegiatan tersebut, siswa dapat belajar menjelaskan tahapan pengolahan bahan, mulai dari menyiapkan ikan, mengolahnya, mencampurkan sagu, hingga menyampaikan proses pembuatannya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Geopark itu bukan hanya tentang batu-batuan, tetapi juga mencakup unsur biologi dan budaya. Misalnya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, anak-anak bisa mempraktikkan cara membuat kernas, kemudian menjelaskan prosesnya dengan bahasa yang tepat. Jadi, pembelajaran tetap sesuai mata pelajaran, tetapi materinya berkaitan dengan potensi geopark Natuna.” Ujarnya
Afrida menilai, pembelajaran terintegrasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kekayaan alam dan budaya Natuna kepada siswa sejak dini. Melalui metode tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memahami keterkaitan materi pelajaran dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Pengembangan edukasi geopark di sekolah juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan, warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kebudayaan lokal. Pengenalan sejak usia sekolah dinilai penting agar generasi muda memiliki pemahaman mengenai nilai dan potensi daerahnya sendiri.
Ke depan, pihak sekolah masih menunggu kejelasan mengenai tahapan pengembangan program dan penerapan kurikulum geopark secara lebih luas. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, tim Geopark pusat direncanakan kembali berkunjung pada Juni 2027 untuk menindaklanjuti persiapan tersebut.
Melalui persiapan ini, SDN 012 Ranai diharapkan dapat memperkuat pembelajaran yang mengangkat potensi lokal Natuna. Sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pengelola Geopark Natuna diharapkan mampu mendukung pengenalan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya daerah kepada generasi muda melalui pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...