Saudi Serang Yaman Usai Houthi Luncurkan Rudal ke Taif dan Yanbu
Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Sanaa dan Mocha setelah mencegat dua rudal Houthi. Pemerintah Indonesia menyebut umrah masih berjalan lancar.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat setelah peluncuran rudal menuju wilayah barat Saudi diikuti serangan udara ke sejumlah lokasi di Yaman pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di tengah eskalasi tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan perjalanan ibadah umrah jemaah Indonesia masih berlangsung relatif lancar.
Menurut laporan AFP yang dikutip detikcom, militer Arab Saudi menyerang Sanaa, ibu kota Yaman, serta Mocha. Serangan di Mocha dilaporkan mencapai 20 kali, sedangkan sejumlah serangan lainnya menyasar kawasan di sekitar Sanaa yang menjadi salah satu basis kelompok Houthi.
Media Houthi, Al-Masirah, melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan terhadap sebuah rumah di Sanaa. Serangan terpisah terhadap pabrik semen di wilayah yang sama juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, meski jumlahnya tidak dirinci.
Eskalasi itu terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pencegatan dua rudal yang ditembakkan Houthi ke arah Taif dan Yanbu, dua wilayah di bagian barat Saudi.
Badan pertahanan sipil Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi bahaya untuk Makkah, Jeddah, Taif, dan Yanbu pada Jumat, 23 Oktober 2026. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai ancaman yang mendasarinya.
Dalam peringatan itu, badan pertahanan sipil meminta masyarakat segera mencari perlindungan di lokasi aman terdekat.
"Segera menuju tempat aman terdekat," demikian instruksi badan pertahanan sipil kepada masyarakat.
Otoritas tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan gambar atau informasi mengenai upaya penanggulangan rudal dan drone. Laporan AFP tidak menyebutkan insiden tertentu yang menjadi pemicu peringatan tersebut.
Di Indonesia, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pelaksanaan umrah masih berjalan baik berdasarkan komunikasi dengan pihak Arab Saudi. Ia menyampaikan keterangan tersebut saat ditemui di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, pada Jumat.
Menurut Irfan, jemaah yang menggunakan penerbangan langsung belum mengalami kendala berarti. Sejumlah penerbangan transit sempat mengalami keterlambatan, tetapi dampaknya dinilai tidak signifikan.
"Mudah-mudahan tetap lancar semuanya," ujar Irfan.
Irfan menjelaskan bahwa ia telah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk memperoleh informasi mengenai kondisi Makkah, Madinah, dan Jeddah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ketiga kota tersebut masih berada dalam kondisi kondusif bagi pelaksanaan umrah.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah terus memantau situasi melalui komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah.
"Laporan terakhir lancar semuanya, terutama yang terkait dengan penerbangan langsung, yang langsung, yang tidak transit. Penerbangan transit juga lancar, hanya ada beberapa kali keterlambatan, tetapi tidak terlalu signifikan," ujar Irfan.
Menurut Irfan, koordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi dilakukan setiap hari untuk memantau perkembangan keamanan dan mengantisipasi perubahan situasi yang dapat memengaruhi perjalanan jemaah.
"Kemarin saya bertemu Duta Besar Saudi di sini dan relatif semuanya masih berjalan untuk umrah. Masih berjalan dengan baik karena Makkah, Madinah, Jeddah selama ini masih kondusif," katanya.
Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan lembaga pemerintah terkait tetap berlangsung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi di lapangan.
"Tentu kami setiap hari selalu berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, kemudian KBRI Riyadh, KJRI di Jeddah, kami selalu berkomunikasi," ujar Irfan.
Ia menambahkan, informasi dari perwakilan Indonesia akan menjadi acuan untuk mengantisipasi perkembangan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah.
"Kalau ada perkembangan situasi yang mengkhawatirkan, pasti mereka akan menyampaikan kepada kami," ujarnya.
Konflik Yaman melibatkan kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi serta diakui secara internasional. Arab Saudi memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi pada 2015, sementara perang berkepanjangan telah menghancurkan berbagai wilayah Yaman dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Menurut laporan CNN Indonesia, serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir juga menyasar infrastruktur minyak dan bandara di Arab Saudi. Serangan terhadap bandara Riyadh pada awal Oktober 2026 dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya.
Konflik tersebut sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, pertempuran kembali meningkat pada Juli 2026 di tengah meluasnya ketegangan di Timur Tengah.
Sumber: SuaraGarut.ID. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.