Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Saudi Serang Yaman Usai Houthi Luncurkan Rudal ke Dua Kota

Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman setelah mencegat dua rudal Houthi. Pemerintah Indonesia menyatakan umrah masih berjalan lancar.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman memicu serangkaian serangan udara di Sanaa dan Mocha setelah dua rudal yang diarahkan ke wilayah barat Arab Saudi berhasil dicegat. Pada saat bersamaan, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menyatakan perjalanan jemaah umrah masih berlangsung relatif aman, meski sejumlah penerbangan transit mengalami keterlambatan.

Menurut laporan AFP yang dikutip Detik.com pada Sabtu (24/10/2026), militer Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Sanaa, ibu kota Yaman yang menjadi salah satu markas Houthi. Serangan juga menyasar Mocha, dengan total 20 serangan dilaporkan terjadi di kota tersebut.

Saluran media Houthi, Al-Masirah, melaporkan serangan terhadap sebuah rumah di Sanaa menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Serangan terpisah yang menghantam sebuah pabrik semen di wilayah Sanaa juga menyebabkan sejumlah korban, menurut laporan penyiar tersebut.

Serangan udara itu terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pencegatan dua rudal yang diluncurkan Houthi menuju Taif dan Yanbu, dua wilayah di bagian barat negara tersebut.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi bahaya yang mencakup Taif, Yanbu, Makkah, dan Jeddah. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, peringatan tersebut disampaikan pada Jumat (23/10) dan dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai ancaman yang mendasarinya.

Dalam peringatan itu, masyarakat diminta segera menuju lokasi aman terdekat. Badan tersebut juga mengingatkan adanya larangan hukum untuk menyebarkan gambar atau informasi mengenai upaya penanggulangan rudal dan drone.

Di tengah perkembangan keamanan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyatakan pelaksanaan umrah bagi warga negara Indonesia masih berjalan baik. Ia menyampaikan keterangan itu saat ditemui di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, pada Jumat.

Gus Irfan menjelaskan bahwa laporan mengenai penerbangan langsung menunjukkan tidak ada kendala berarti. Sementara itu, sejumlah penerbangan transit sempat mengalami keterlambatan, tetapi durasinya dinilai tidak terlalu signifikan.

Ia mengatakan, kondisi di Makkah, Madinah, dan Jeddah masih relatif kondusif berdasarkan informasi yang diperolehnya setelah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi.

“Mudah-mudahan tetap lancar semuanya,” ujar Gus Irfan.

Menteri Haji dan Umrah tersebut menambahkan bahwa pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah untuk memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi dampaknya terhadap perjalanan jemaah.

“Laporan terakhir lancar semuanya, terutama yang terkait dengan penerbangan langsung, yang langsung, yang tidak transit. Yang transit pun juga lancar, hanya ada beberapa kali keterlambatan, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujar Gus Irfan.

Menurut dia, komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi dilakukan secara rutin untuk memastikan informasi terbaru mengenai keamanan dan operasional perjalanan umrah. Pihak perwakilan diplomatik akan menyampaikan perkembangan yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran.

“Kemarin saya bertemu Duta Besar Saudi di sini dan relatif semuanya masih berjalan untuk umrah. Masih berjalan dengan baik karena Makkah, Madinah, Jeddah selama ini masih kondusif,” ujar Gus Irfan.

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan perwakilan diplomatik tetap berlangsung setiap hari sebagai bagian dari pemantauan situasi.

“Tentu kita tiap hari selalu berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri kita, kemudian KBRI Riyadh, KJRI di Jeddah, kita selalu berkomunikasi,” ujar Gus Irfan.

“Kalau ada hal yang perkembangannya mengkhawatirkan, pasti mereka akan menyampaikan kepada kami,” ujar Gus Irfan.

Konflik Yaman melibatkan Houthi, yang berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Menurut laporan CNN Indonesia, kelompok tersebut dalam sejumlah serangan sebelumnya menargetkan infrastruktur minyak dan bandara di Arab Saudi. Serangan terhadap bandara Riyadh pada awal Oktober dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya.

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mulai melakukan intervensi dalam konflik Yaman pada 2015. Perang berkepanjangan tersebut menghancurkan berbagai wilayah negara itu dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Pertempuran sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022, sebelum kembali meningkat pada Juli 2026 di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with