Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Sampeu Wedang Rancakalong Dibidik Tembus Pasar Nasional hingga Internasional

Inovasi teknologi pengolahan dan pengemasan menjadi peluang bagi Sampeu Wedang, kuliner tradisional khas Rancakalong, Kabupaten Sumedang, untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dukungan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan mampu...

Sumber foto: RRI.co.id

Sumedang – Inovasi teknologi pengolahan dan pengemasan menjadi peluang bagi Sampeu Wedang, kuliner tradisional khas Rancakalong, Kabupaten Sumedang, untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dukungan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mengatasi kendala masa simpan yang selama ini membatasi pemasaran.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi keterlibatan Unpad dalam mendorong pengembangan kuliner lokal melalui penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan vakum.

Menurut Dony, Sampeu Wedang memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Namun, keterbatasan daya tahan produk menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha untuk memasarkannya ke luar daerah.

“Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad hadir membawa solusi bagi pengembangan kuliner khas Rancakalong, khususnya Sampeu Wedang. Produk ini memiliki potensi yang besar, tetapi selama ini salah satu kendalanya adalah daya tahan yang belum lama,” ujarnya, Minggu 18 Oktober 2026.

Melalui dukungan peralatan pengolahan dan teknologi pengemasan vakum, produk tersebut diharapkan memiliki masa simpan lebih panjang dengan kualitas yang tetap terjaga. Kemasan yang lebih menarik juga menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Dony menyebutkan, masa kedaluwarsa Sampeu Wedang ditargetkan dapat mencapai dua tahun. Meski demikian, target tersebut masih memerlukan pengujian dan validasi keamanan pangan sebelum dapat diterapkan sebagai standar produk.

“Dengan adanya alat ini, Sampeu Wedang dapat diolah, dikemas secara vakum, dan dikemas dengan lebih baik. Ke depan, berharap masa kedaluwarsanya bisa mencapai dua tahun sesuai hasil pengujian dan validasi keamanan pangan. Kalau daya tahannya semakin panjang, pemasarannya akan semakin luas dan produk ini bisa kita bawa ke mana-mana,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Pendampingan akademisi diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat.

Dony optimistis, perpaduan teknologi, peningkatan mutu, dan pengemasan yang sesuai kebutuhan pasar dapat membawa Sampeu Wedang dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Jangan sampai kuliner khas hanya dikenal di daerah sendiri. Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan kemasan yang baik, Sampeu Wedang semakin dikenal, dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan mendunia,” tuturnya.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with