Sampeu Wedang Rancakalong Dibidik Tembus Pasar Nasional hingga Internasional
Inovasi teknologi pengolahan dan pengemasan menjadi peluang bagi Sampeu Wedang, kuliner tradisional khas Rancakalong, Kabupaten Sumedang, untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dukungan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan mampu...

Sumedang – Inovasi teknologi pengolahan dan pengemasan menjadi peluang bagi Sampeu Wedang, kuliner tradisional khas Rancakalong, Kabupaten Sumedang, untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dukungan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mengatasi kendala masa simpan yang selama ini membatasi pemasaran.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi keterlibatan Unpad dalam mendorong pengembangan kuliner lokal melalui penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan vakum.
Menurut Dony, Sampeu Wedang memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Namun, keterbatasan daya tahan produk menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha untuk memasarkannya ke luar daerah.
“Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad hadir membawa solusi bagi pengembangan kuliner khas Rancakalong, khususnya Sampeu Wedang. Produk ini memiliki potensi yang besar, tetapi selama ini salah satu kendalanya adalah daya tahan yang belum lama,” ujarnya, Minggu 18 Oktober 2026.
Melalui dukungan peralatan pengolahan dan teknologi pengemasan vakum, produk tersebut diharapkan memiliki masa simpan lebih panjang dengan kualitas yang tetap terjaga. Kemasan yang lebih menarik juga menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran.
Dony menyebutkan, masa kedaluwarsa Sampeu Wedang ditargetkan dapat mencapai dua tahun. Meski demikian, target tersebut masih memerlukan pengujian dan validasi keamanan pangan sebelum dapat diterapkan sebagai standar produk.
“Dengan adanya alat ini, Sampeu Wedang dapat diolah, dikemas secara vakum, dan dikemas dengan lebih baik. Ke depan, berharap masa kedaluwarsanya bisa mencapai dua tahun sesuai hasil pengujian dan validasi keamanan pangan. Kalau daya tahannya semakin panjang, pemasarannya akan semakin luas dan produk ini bisa kita bawa ke mana-mana,” katanya.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Pendampingan akademisi diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat.
Dony optimistis, perpaduan teknologi, peningkatan mutu, dan pengemasan yang sesuai kebutuhan pasar dapat membawa Sampeu Wedang dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Jangan sampai kuliner khas hanya dikenal di daerah sendiri. Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan kemasan yang baik, Sampeu Wedang semakin dikenal, dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan mendunia,” tuturnya.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.