Qatar sebut perundingan Iran dan AS masih berlangsung di tengah ketegangan
Jubir Kemlu Qatar Majed al-Ansari mengatakan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung, meskipun meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan semakin sulit | Anadolu

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sementara Qatar memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang tidak terkendali dapat memicu perang lebih luas hingga melampaui batas kawasan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari pada Selasa (20/10) mengatakan kedua pihak masih terlibat dalam proses diplomatik untuk mencari jalan keluar dari ketegangan yang terus meningkat.
"Perundingan masih berlangsung. Kami melihat kedua pihak terus terlibat dalam proses tersebut," kata Ansari, yang juga menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri Qatar, dalam Forum Keamanan Global di Doha.
Dia mengatakan pembicaraan juga dilakukan bersama sejumlah mitra regional dan berharap proses tersebut pada akhirnya menghasilkan kesepakatan, meskipun situasi di lapangan semakin sulit.
"Eskalasi yang dibiarkan tanpa kendali akan membawa kita ke dalam pusaran perang regional yang dapat meluas hingga melampaui batas-batas kawasan kita," ujarnya.
Ansari menjelaskan bahwa proses diplomatik saat ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya yang menjadikan gencatan senjata sebagai jalan menuju perundingan. Namun, upaya tersebut gagal dan pertempuran kembali pecah.
"Gencatan senjata pada dasarnya adalah pintu yang membuka jalan menuju suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri," katanya, seraya menambahkan bahwa kesepakatan gencatan senjata sebelumnya kembali gagal dipertahankan.
Mengenai Yaman, Ansari mengatakan konflik di negara tersebut dapat berkaitan dengan ketegangan yang melibatkan Iran, tetapi juga memiliki dinamika tersendiri.
Dia menggambarkan perkembangan terbaru sebagai bagian dari rangkaian eskalasi yang dimulai sejak 2023.
"Satu-satunya cara untuk memastikan hal itu tidak terus berlanjut adalah dengan mulai meredakan seluruh konflik tersebut secara bersamaan," ujarnya.
Ansari juga menyampaikan kekhawatiran terhadap sejumlah pernyataan politik dari Israel dan menegaskan bahwa ketidakstabilan kawasan tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam negeri.
"Kami prihatin terhadap banyak pernyataan politik yang muncul, terutama dari Israel," katanya.
Dia menambahkan bahwa memanfaatkan ketidakstabilan kawasan untuk persaingan politik dalam negeri "bukanlah sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh seorang negarawan yang bertanggung jawab."
Menanggapi situasi di Gaza dan persoalan Palestina secara lebih luas, Ansari mengatakan peluang penyelesaian politik semakin terhambat karena tidak adanya proses perdamaian yang dapat dijalankan.
"Sayangnya, saat ini kami tidak memiliki mitra perdamaian di Israel," katanya, seraya mempertanyakan apakah partai-partai politik dan para kandidat di Israel menawarkan jalan menuju perdamaian dengan Palestina.
"Satu-satunya hal yang kami dengar dari Israel saat ini hanyalah perang, kematian, dan kehancuran," ujarnya.
Dia juga memperingatkan bahwa "perang akan melahirkan perang, dan konflik akan melahirkan konflik."
Sejak Oktober 2023, serangan Israel dalam perang di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang lainnya, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut mengalami kerusakan atau hancur.
Ansari menegaskan bahwa keberhasilan mediasi tidak mengharuskan pihak-pihak yang berkonflik untuk saling mempercayai, melainkan memiliki kepercayaan terhadap proses diplomatik itu sendiri.
"Kepercayaan terhadap proses, bukan kepercayaan satu sama lain, yang memungkinkan mediasi berhasil," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya permusuhan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, ketika koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi, sementara kelompok tersebut membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan kerajaan itu.
Eskalasi di kawasan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan ketegangan yang masih berlanjut antara AS dan Iran setelah konfrontasi militer kedua negara, sementara upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan masih menemui jalan buntu.
Sumber: Anadolu Ajansı. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.