Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Puluhan Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi

Puluhan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan polisi pada 20 Oktober, sementara jamaah Muslim menghadapi pembatasan akses ibadah.

Sumber foto: Minanews.net

Al-Quds, MINA – Puluhan pemukim Yahudi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa pagi (20/10) di bawah pengawalan polisi penjajah Israel. Aksi tersebut berlangsung di tengah pembatasan ketat terhadap akses jamaah Muslim ke tempat suci umat Islam itu.

Menurut Pusat Informasi Palestina, para pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Pintu Maghariba dalam beberapa kelompok, kemudian berkeliling di pelataran masjid. Selama berada di lokasi, mereka menerima ceramah dari para rabi mengenai apa yang mereka sebut sebagai “Bukit Bait Suci”. Sejumlah pemukim juga secara provokatif melakukan ritual doa Talmud.

Pada saat yang sama, polisi pendudukan Israel memberlakukan pembatasan pergerakan dan akses jamaah Muslim di sejumlah pintu masuk Masjid Al-Aqsa. Banyak jamaah dilaporkan dicegah memasuki kompleks tersebut untuk beribadah.

Masjid Al-Aqsa, yang dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif, merupakan salah satu tempat paling suci dalam Islam dan memiliki kedudukan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Kompleks tersebut juga dikenal oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount.

Berdasarkan pengaturan status quo yang telah lama berlaku, umat Muslim memiliki hak untuk melaksanakan ibadah salat di kompleks Masjid Al-Aqsa, sedangkan pengunjung non-Muslim diizinkan masuk pada waktu yang ditentukan tanpa melaksanakan ibadah keagamaan di dalam kompleks tersebut.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pemukim Israel dan aktivis sayap kanan memasuki kompleks itu, termasuk melakukan ritual keagamaan. Warga Palestina memandang tindakan tersebut sebagai provokasi dan ancaman terhadap status quo serta identitas Islam Masjid Al-Aqsa.

Menurut statistik Palestina, lebih dari 284.000 pemukim Israel ekstremis telah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak 7 Oktober 2023 hingga Oktober 2026. Serbuan tersebut dilaporkan berlangsung hampir setiap hari di bawah perlindungan polisi Israel.

Aksi berulang itu, disertai pembatasan akses bagi jamaah Muslim, menuai kecaman dari pejabat Palestina, berbagai faksi, dan organisasi internasional. Mereka menyerukan penghormatan terhadap status quo serta perlindungan terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem.

Para pemimpin dan otoritas keagamaan Palestina juga menyerukan warga Palestina untuk memperkuat kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk perlawanan terhadap serbuan pemukim dan upaya mengubah keadaan di kompleks tersebut.

Situasi di Yerusalem Timur tetap tegang di tengah kekhawatiran bahwa peningkatan pelanggaran dan pembatasan akses ibadah dapat memicu konfrontasi serta kekerasan lebih lanjut. Pihak Palestina menilai serbuan berulang di bawah pengawalan polisi menunjukkan berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan status quo yang selama ini mengatur akses dan kegiatan keagamaan di kompleks Masjid Al-Aqsa.[]

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with