Prabowo ungkap potensi energi nasional untuk kurangi impor BBM
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengembangan energi berbasis sumber daya domestik sebagai salah satu capaian dan agenda strategis pemerintahannya dalam dua tahun ANTARA News kalteng 6 ...

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengembangan energi berbasis sumber daya domestik sebagai salah satu capaian dan agenda strategis pemerintahannya dalam dua tahun terakhir.
Menurut dia, pemerintah mendorong pemanfaatan biodiesel dan bioetanol untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
"Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batubara kita masih banyak, geotermal kita banyak yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.Baca juga: Prabowo: Membakar lahan penyebab karhutla adalah terorisme lingkungan
Kepala Negara menjelaskan kenaikan harga minyak dunia menjadi tantangan bagi Indonesia. Namun ia menilai Indonesia memiliki sumber energi domestik yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mulai dari batu bara hingga panas bumi atau geotermal.
Selain mengandalkan sumber energi tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengembangan bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman.
Menurut dia, pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM berbasis fosil dari luar negeri.Baca juga: OTT KPK meningkat tajam dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ia menyebut Indonesia telah mencapai implementasi biodiesel B50, yakni bahan bakar dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit dan 50 persen solar berbasis fosil.
"Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50," katanya.
Presiden Prabowo mengatakan pengembangan bioetanol akan dilakukan secara bertahap.Baca juga: Usai putusan MK, Gibran tegaskan tetap fokus bekerja dampingi Prabowo
Pemerintah menargetkan campuran etanol dalam bahan bakar mencapai E10 pada tahun ini, kemudian meningkat menjadi E20 dalam dua tahun berikutnya, sebelum diarahkan menuju E50 pada dua tahun setelahnya.
“Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin dua tahun lagi kita akan berharap mencapai E20 dan dua tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E-50," terang Presiden Prabowo.
Menurut dia, apabila target penggunaan biodiesel B50 dan bioetanol E50 dapat tercapai, Indonesia berpeluang mengurangi secara signifikan kebutuhan impor BBM.
"Pada saat kita E-50 dan B-50, kita insya Allah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," katanya.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia Uploader: Ronny COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: ANTARA News Kalteng. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...