Perwakilan Mojtaba Khamenei Ejek AS Lemah, Sebut Gagal Taklukkan Iran
Perwakilan Mojtaba Khamenei, Abdul Majid Hakeem Ilahi, menyebut AS sebagai negara lemah karena dinilai gagal mencapai tujuan perang Iran.

Ia menambahkan, banyak orang sebelumnya menganggap AS sebagai negara paling kuat di dunia. Namun, menurut Ilahi, Washington tidak mampu berbuat banyak terhadap Iran.
Ia juga mengeklaim, kemampuan Iran selama ini tidak diketahui banyak pihak. Menurut dia, perang tersebut membuat negara-negara lain semakin menghormati Teheran.
“Sekarang setiap negara menghormati Iran,” katanya.
Ilahi turut menyindir Presiden AS Donald Trump yang menurutnya kerap mengeluarkan pernyataan berbeda dalam waktu berdekatan.
“Kami melihat satu pernyataan pada pukul 08.00 pagi, satu lagi pada pukul 08.30, pernyataan berbeda pada pukul 09.00, pernyataan lain pada sore hari, dan pernyataan berbeda lagi pada pukul 02.00 dini hari. Namun, mereka tidak bisa mencapai apa pun,” kata Ilahi.
Ilahi juga menyebut AS dan Israel, yang melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.
Ia mengatakan, serangan tersebut merusak banyak rumah, sekolah, universitas, dan pabrik.
“Mereka merusak banyak rumah. Mereka merusak banyak sekolah, universitas, dan juga pabrik. Inilah yang telah mereka lakukan dan akibatnya, banyak orang di dunia saat ini menderita,” ujarnya.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...