Perang Saudi-Houthi Diprediksi Panjang, Jalan Damai Butuh Mediator, Siapa yang Cocok?
Peneliti Aisha Kusumasomantri memprediksi konflik Arab Saudi dan Houthi di Yaman berpotensi berlangsung panjang atau menggantung.

Konflik antara Arab Saudi dan Houthi di Yaman kembali memanas, sementara ketegangan Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Lantas berapa lama lagi perang di Timur Tengah ini akan berlangsung?
Peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, mengakui pertanyaan itu sulit dijawab dengan angka.
“Kita enggak bisa mengkuantifikasi waktunya berapa lama, tetapi memang ada intervening aspek yang bisa kita lihat,” katanya dalam wawancara KompasTV, Jumat (16/10/2026).
Aisha berpendapat Pemilu Sela Amerika Serikat pada 3 November mendatang sebagai faktor yang patut dicermati.
“Saya berharap sebenarnya pemilu nanti di tanggal 3 November ini bisa menjadi decisive factor yang membuat Amerika Serikat itu bisa mundur dari Timur Tengah,” ujarnya.
Ia menegaskan, mundurnya AS bukan karena kekalahan di medan perang tetapi karena keputusan politik.
“Bukan karena kekuatan militernya tidak kuat, tetapi karena adanya pertentangan dalam negeri yang membuat Amerika Serikat pada akhirnya harus mengambil keputusan politik untuk bisa menarik mundur pasukannya," ujarnya.
Sementara dari sisi Yaman, gambarannya masih abu-abu.
Aisha memperkirakan konflik yang kini terjadi baru permulaan.
"Kalau untuk Yaman, saya kira sebenarnya di sini ini kita masih sangat abu-abu karena ini merupakan awal dari perang, yang saya prediksi ini menjadi perang panjang atau mungkin perang yang sangat menggantung di ke depannya."
Menurutnya, kunci perdamaian ada pada sikap Saudi.
"Nah, selama kemudian Arab Saudi ini tidak membuat sebuah konsesi atau keinginan untuk kemudian bisa berdiplomasi, ya saya kira sebenarnya sulit bagi kedua negara untuk kemudian bisa sampai kepada damai."
Persoalan lainnya adalah belum adanya titik temu.
“Sejauh ini saya kira sebenarnya zone of possible agreement-nya itu belum ketemu di antara kedua negara,” kata Aisha.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.