Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Perang Narkoba di Bali: Kapolda Bergerak, I Nyoman Parta Ajak Seniman Turun Tangan

GIANYAR, BALINEWS — Pemberantasan narkoba di Bali didorong melalui dua langkah, yakni penegakan hukum dan kampanye pencegahan berbasis seni. Kapolda Bali Irjen Pol D

Sumber foto: BaliNews.id

GIANYAR, BALINEWS — Pemberantasan narkoba di Bali didorong melalui dua langkah, yakni penegakan hukum dan kampanye pencegahan berbasis seni. Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce menegaskan penggerebekan dan penindakan terhadap pelaku narkoba terus dilakukan, sementara Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta mengajak masyarakat dan seniman memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui musik.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian kampanye antinarkoba yang ditandai dengan peluncuran tiga lagu bertema bahaya narkoba di Wantilan Jaba Pura Dalem Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu malam (24/10/2026).

Tiga lagu yang diluncurkan berjudul Ejohin Narkoba, Lingkar Derita, dan Iblis Berjubah Dewa. Kegiatan tersebut menghadirkan Lolot Band, seniman lokal, serta komunitas masyarakat setempat.

Kapolda Bali Pasma Royce mengatakan pemberantasan narkoba menjadi salah satu komitmen utama sejak dirinya menjabat. Menurut dia, penggerebekan, pemeriksaan, dan penindakan terus dilakukan melalui koordinasi dengan BNN Provinsi Bali, BNN kabupaten/kota, serta jajaran polres.

Ia menegaskan, kerja sama lintas lembaga tersebut bertujuan menekan peredaran narkoba di Bali.

Di sisi lain, I Nyoman Parta menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba, termasuk aparat penegak hukum apabila terbukti terlibat atau melindungi jaringan bandar.

Parta menyinggung informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi peredaran narkoba. Ia berharap komitmen penegakan hukum di tubuh kepolisian dapat mencegah praktik tersebut.

Menurut Parta, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Pencegahan harus diperkuat, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak pintu masuk yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan narkoba.

Ia mencontohkan pengungkapan narkoba dengan barang bukti lebih dari satu ton melalui jalur laut sebagai gambaran besarnya tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum.

Parta mengatakan musik dipilih sebagai media kampanye karena dapat menjangkau berbagai kalangan dengan cara yang lebih mudah diterima, terutama generasi muda.

Melalui lagu, pesan bahaya narkoba diharapkan dapat didengar masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Ia juga mengajak musisi, seniman, dan artis untuk ikut membuat karya yang mengangkat dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

Tak berhenti pada peluncuran lagu, ketiga karya tersebut direncanakan diaransemen ulang menjadi versi remix untuk digunakan sebagai pengiring kegiatan senam di lingkungan PKK, sekolah, hingga kelompok lanjut usia.

Parta menegaskan masyarakat Bali tidak boleh menormalisasi persoalan narkoba. Menurutnya, kesadaran untuk menolak narkoba harus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penindakan oleh aparat harus berjalan beriringan dengan edukasi dan pencegahan agar pesan antinarkoba menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sumber: BaliNews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with