Perang Lawan Narkoba Polrestabes Surabaya Ungkap 16 Kasus dalam Sepekan, 51 Personel Dikerahkan
Polrestabes Surabaya mengungkap 16 kasus narkoba dalam sepekan dengan mengerahkan 51 personel serta mewaspadai narkotika jenis baru Etomidate.

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengungkap 16 kasus narkoba dalam kurun waktu satu pekan. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika sekaligus tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kepada seluruh jajaran kepolisian.
Kapolri meminta seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) memetakan wilayah rawan peredaran narkoba. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.
Komitmen pemberantasan narkoba itu ditindaklanjuti Polrestabes Surabaya melalui pemetaan kawasan rawan, pengembangan jaringan peredaran, hingga penindakan terhadap pelaku.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, menerangkan sejumlah langkah dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri.
Langkah tersebut meliputi peningkatan pemetaan kawasan rawan narkoba, identifikasi jaringan serta bandar atau pengendali, peningkatan kegiatan penindakan secara terukur, dan pengembangan setiap perkara hingga jaringan di atasnya.
“Penanganan terhadap penyalahguna dilakukan sesuai ketentuan melalui asesmen dan rehabilitasi apabila memenuhi persyaratan,” terang AKBP Dodi, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, terhadap kurir, pengedar, dan bandar, polisi melakukan penegakan hukum secara tegas, objektif, profesional, dan akuntabel.
“Langkah ini juga diperkuat melalui sinergi dengan Polda Jatim, BNNK, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat,” tegasnya.
AKBP Dodi mengungkapkan, sebanyak 51 personel operasional Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dikerahkan untuk melakukan upaya paksa terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terungkapnya 16 kasus narkoba dalam kurun waktu satu pekan.
“Ada 16 kasus Narkoba, yang berhasil diungkap dalam waktu satu minggu ini,” ungkap AKBP Dodi.
Meski demikian, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga mewaspadai kemunculan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Perkembangan jenis narkotika tersebut dinilai berlangsung cepat, sementara modus peredarannya semakin sulit dikenali.
“Perkembangannya cukup cepat dan modus peredarannya semakin sulit dikenali. Beberapa yang menjadi perhatian pada 2026 yaitu Etomidate, yang ditemukan dalam konteks penyalahgunaan cairan vape,” bebernya.
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menargetkan pembersihan sarang-sarang narkoba di wilayah setempat. Penanganan dilakukan melalui pemetaan lokasi rawan berdasarkan laporan masyarakat, hasil penyelidikan, dan data kasus.
Sumber: Surya.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.