Penjara ‘Israel’ Paksa Lepas Hijab Tahanan Perempuan Palestina
GAZA (Arrahmah.id) -- Petugas penjara 'Israel' memaksa sejumlah tahanan perempuan Palestina melepas hijab dan menjalani pemeriksaan rambut, disertai pemukula...

GAZA (Arrahmah.id) — Petugas penjara 'Israel' memaksa sejumlah tahanan perempuan Palestina melepas hijab dan menjalani pemeriksaan rambut, disertai pemukulan serta penggunaan gas air mata di dalam sel.
Dilansir Asra Media Office (AMO), lembaga informasi tahanan Palestina, pada Senin (19/10/2026), menyebutkan bahwa 17 tahanan perempuan ditempatkan dalam sel isolasi setelah mengalami tindakan tersebut. Sejumlah tahanan dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan, termasuk seorang perempuan hamil.
Menurut laporan AMO, seorang petugas laki-laki memaksa para tahanan perempuan melepaskan hijab agar rambut mereka dapat diperiksa. Mereka juga disebut dipaksa mengurai kepangan rambut. Tindakan tersebut dinilai oleh lembaga itu sebagai pelanggaran terhadap privasi dan martabat para tahanan perempuan.
Laporan yang sama menyebutkan bahwa sejumlah tahanan dipaksa tengkurap di lantai selama sekitar satu jam dan dipukuli sebelum dibawa ke sel yang dipenuhi gas air mata.
AMO juga melaporkan penggunaan semprotan merica di ruangan yang menampung 15 tahanan perempuan, termasuk perempuan lanjut usia. Beberapa tahanan disebut mengalami muntah, sementara seorang tahanan dilaporkan pingsan dan lainnya kehilangan kemampuan berjalan.
Laporan terbaru tersebut menambah perhatian terhadap kondisi tahanan perempuan Palestina di penjara 'Israel'. Pada Desember 2025, Al Jazeera, juga memberitakan tuduhan bahwa tahanan perempuan di Penjara Damon mengalami pemukulan dan pemaksaan pelepasan hijab. Laporan ketika itu menyebut insiden serupa terjadi berulang kali sepanjang bulan tersebut.
Temuan yang lebih luas juga tercantum dalam laporan Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai wilayah Palestina yang diduduki dan 'Israel'.
Dokumen tersebut memuat kesaksian tahanan perempuan yang mengaku mengalami pemeriksaan tubuh invasif, pemaksaan melepas pakaian termasuk kerudung, pemukulan, serta ancaman kekerasan seksual.
Laporan itu juga menyoroti persoalan kurangnya makanan, air, dan perawatan medis bagi tahanan perempuan, termasuk perempuan hamil. (hanoum/arrahmah.id)
Sumber: Arrahmah.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.