Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Pemilu Israel 2026, Suara Warga Palestina Bisa Tentukan Nasib Netanyahu

Suara warga Palestina berpotensi menentukan pembentukan pemerintahan Israel seusai Pemilu 27 Oktober 2026. Namun, banyak pemilih menghadapi dilema.

Sumber foto: Kompas.com

Warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel mencakup sekitar seperlima populasi negara tersebut.

Dalam lima pemilu terakhir, tingkat partisipasi kelompok pemilih ini berkisar antara 45 hingga 65 persen.

Pada Pemilu 2022, tingkat partisipasinya tercatat sekitar 53 persen.

Menjelang pemilu kali ini, survei yang dikutip seorang anggota tim kampanye Palestina memperkirakan sekitar 62 persen warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel berencana memberikan suara.

Namun, tim kampanye tersebut menargetkan partisipasi yang lebih tinggi, yakni sekitar 70 hingga 75 persen.

Tingkat partisipasi sebesar 75 persen terakhir kali tercapai pada 1999, ketika tingginya jumlah pemilih Palestina turut membantu Ehud Barak mengalahkan Netanyahu.

Peningkatan partisipasi kali ini dinilai dapat memengaruhi komposisi parlemen Israel atau Knesset, yang memiliki 120 kursi.

Untuk membentuk pemerintahan, sebuah koalisi membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa baik koalisi Netanyahu maupun oposisi belum mencapai jumlah tersebut tanpa dukungan tambahan.

Karena itu, partai-partai yang mewakili warga Arab dan Palestina berpotensi menjadi penentu dalam pembentukan pemerintahan baru.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with