Pemilu Israel 2026, Suara Warga Palestina Bisa Tentukan Nasib Netanyahu
Suara warga Palestina berpotensi menentukan pembentukan pemerintahan Israel seusai Pemilu 27 Oktober 2026. Namun, banyak pemilih menghadapi dilema.

Warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel mencakup sekitar seperlima populasi negara tersebut.
Dalam lima pemilu terakhir, tingkat partisipasi kelompok pemilih ini berkisar antara 45 hingga 65 persen.
Pada Pemilu 2022, tingkat partisipasinya tercatat sekitar 53 persen.
Menjelang pemilu kali ini, survei yang dikutip seorang anggota tim kampanye Palestina memperkirakan sekitar 62 persen warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel berencana memberikan suara.
Namun, tim kampanye tersebut menargetkan partisipasi yang lebih tinggi, yakni sekitar 70 hingga 75 persen.
Tingkat partisipasi sebesar 75 persen terakhir kali tercapai pada 1999, ketika tingginya jumlah pemilih Palestina turut membantu Ehud Barak mengalahkan Netanyahu.
Peningkatan partisipasi kali ini dinilai dapat memengaruhi komposisi parlemen Israel atau Knesset, yang memiliki 120 kursi.
Untuk membentuk pemerintahan, sebuah koalisi membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa baik koalisi Netanyahu maupun oposisi belum mencapai jumlah tersebut tanpa dukungan tambahan.
Karena itu, partai-partai yang mewakili warga Arab dan Palestina berpotensi menjadi penentu dalam pembentukan pemerintahan baru.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...