Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Bencana Alam

Pelatihan Tanggap Bencana GIBAS, Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Mitigasi

Keterlibatan masyarakat dalam mitigasi dan penanggulangan bencana menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor melalui Pelatihan Dasar Tanggap Bencana Periode II GIBAS Kota Bogor Tahun 2026. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim...

Sumber foto: RRI.co.id

Bogor – Keterlibatan masyarakat dalam mitigasi dan penanggulangan bencana menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor melalui Pelatihan Dasar Tanggap Bencana Periode II GIBAS Kota Bogor Tahun 2026. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hal tersebut saat menutup pelatihan di Villa Aryati, Kompleks Villa Bukit Malati Elok, Kampung Sukamulya, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu, 18 Oktober 2026.

Dedie Rachim menjelaskan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada anggota GIBAS mengenai kondisi lingkungan dan potensi bencana berdasarkan situasi di lapangan. Pengetahuan itu diharapkan menjadi bekal peserta untuk menerapkan prosedur operasional standar dalam kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, dan penanggulangan bencana.

“Sebab dalam penanganan bencana ini ada SOP-nya, penanganan bencana ini perlu ada mitigasi kemudian dilakukan pencegahan, tidak hanya ketika sudah terjadi,” ujar Dedie Rachim.

Ia menegaskan bahwa upaya mengurangi risiko harus dilakukan sejak dini agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Menurut Dedie, potensi bencana tidak hanya berkaitan dengan faktor alam, tetapi juga dipengaruhi perilaku manusia yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran air dan sungai menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi melalui perubahan perilaku masyarakat.

Dedie mengajak anggota GIBAS berperan aktif menjaga lingkungan sekaligus mengelola persoalan sampah agar memberikan manfaat bagi perekonomian. Ia juga berharap pelatihan tersebut menumbuhkan kepedulian kemanusiaan, terutama terhadap masyarakat di daerah lain yang menghadapi risiko bencana.

“Beberapa daerah di luar Kota Bogor memiliki potensi bencana yang tinggi. Tentu kita harus juga mempunyai rasa empati kepada daerah-daerah lain,” katanya.

Dedie menilai kesiapsiagaan dan mentalitas untuk memberikan bantuan kemanusiaan perlu dibangun agar masyarakat siap terlibat ketika bencana terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan pelatihan tersebut merupakan tahun kedua yang diikuti GIBAS sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam tata kelola kebencanaan.

“Masyarakat termasuk GIBAS, maupun masyarakat luas memiliki potensi untuk melakukan mitigasi, dan melakukan respons cepat saat terjadi di wilayahnya,” ujar Dimas, seraya berharap keterlibatan warga dapat membantu mengurangi risiko serta mempercepat penanganan ketika bencana melanda.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with