PBB Pangkas Bantuan Pangan untuk 700 Ribu Warga Palestina
PBB memangkas bantuan pangan bagi 700 ribu warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat akibat kekurangan dana.

Gaza – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas bantuan pangan bagi 500.000 warga Palestina di Jalur Gaza dan 200.000 orang di Tepi Barat akibat kekurangan dana yang serius. Pemangkasan tersebut dilakukan di tengah kondisi kemanusiaan yang masih memburuk di kedua wilayah Palestina.
Dikutip dari APNews, Rabu (21/10/2026), Pelaksana tugas Kepala Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) Carl Skau pada Senin mendesak masyarakat internasional untuk menyediakan dana sebesar USD 450 juta. Dana tersebut dibutuhkan agar WFP dapat memulihkan bantuan yang dipangkas serta menyediakan makanan siap santap dan paket pangan bagi warga Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan ke depan.
Skau mengatakan, kekurangan dana menyebabkan jumlah penerima bantuan di Gaza berkurang dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang pada bulan ini. Sementara itu, jumlah penerima bantuan di Tepi Barat turun dari 400.000 menjadi 200.000 orang.
Dalam pengarahan melalui konferensi video dari Yerusalem kepada para koresponden PBB, Skau yang baru saja mengunjungi kedua wilayah tersebut menggambarkan kehidupan di Gaza masih sangat brutal dan berbahaya.
Tim PBB, kata dia, mencatat sekitar 50 serangan setiap hari selama sepekan terakhir.
Meski demikian, Skau mengatakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Oktober tahun lalu telah membantu meredakan ancaman kelaparan di Gaza.
"Sejak gencatan senjata Oktober lalu antara Israel dan Hamas, kami telah mampu menekan kembali kelaparan," kata Skau.
Namun, berdasarkan data WFP, sekitar 1,4 juta orang atau 67 persen populasi Gaza masih mengalami kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau lebih buruk. Dari jumlah tersebut, sekitar 200.000 orang membutuhkan bantuan pangan segera untuk mencegah kematian akibat kelaparan.
Skau mengatakan WFP kini akan memprioritaskan bantuan pangan bagi kelompok yang paling membutuhkan. Mereka mencakup orang sakit, ibu dan anak-anak yang berisiko mengalami malnutrisi, serta warga yang tinggal paling dekat dengan "garis kuning", yakni batas yang memisahkan wilayah tempat pasukan Israel masih berada dan wilayah yang dapat dihuni warga Palestina.
Situasi semakin sulit setelah militer Israel menghentikan pengiriman barang komersial, termasuk makanan, ke Gaza pada pekan lalu.
Pada Senin, militer Israel menyatakan akan kembali mengoordinasikan masuknya truk-truk komersial ke Gaza. Namun, Israel memperingatkan izin para pedagang akan dicabut jika ditemukan laporan bahwa mereka membayar pajak kepada Hamas.
Sumber: Liputan6.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.