PBB Desak Houthi Hentikan Serangan ke Arab Saudi
PBB Desak Houthi Hentikan Serangan ke Arab Saudi - PBB - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya serangan kelompok Houthi yang menargetkan infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi,...

PBB – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya serangan kelompok Houthi yang menargetkan infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi, serta memburuknya situasi konflik di Yaman.
Seperti dikutip dari Antara, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pada Senin (19/10) bahwa serangan Houthi masih berlangsung di berbagai wilayah Arab Saudi, termasuk terhadap fasilitas sipil dan energi.
"Kami juga merasa prihatin atas berlanjutnya serangan Houthi ke seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi," kata Dujarric dalam konferensi pers.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya intensitas pertempuran di sejumlah garis depan, terutama di sekitar Kota Taiz, Yaman.
"Kami mendesak semua pihak untuk terlibat secara konstruktif dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, guna menemukan jalan menuju dialog inklusif demi mencapai penyelesaian politik melalui negosiasi," ujarnya.
Dujarric menambahkan, sejak pertempuran kembali meningkat pada awal Agustus, lebih dari 250.000 warga Yaman telah mengungsi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 82.000 orang mengungsi pada Oktober, sebagian besar dari Provinsi Taiz.
Situasi di Yaman dilaporkan semakin memanas sejak pertengahan Juli, ketika pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang Bandara Sanaa saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.
Houthi kemudian menyalahkan Riyadh atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap Arab Saudi, sekaligus mengumumkan blokade laut terhadap negara itu.
Sejak saat itu, Houthi dilaporkan menguasai seluruh pesisir barat Laut Merah dan sejumlah kota di dekat Selat Bab al-Mandab. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melancarkan operasi untuk merebut kembali ibu kota Sanaa dari kelompok tersebut.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, serta Warga Mesir di Luar Negeri Badr Abdelatty mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
Kecaman itu disampaikan dalam percakapan telepon pada Minggu (18/10). Dalam pembicaraan tersebut, keduanya menegaskan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi serta dukungan terhadap kedaulatan, keamanan, dan keutuhan wilayah negara itu.
Kedua menteri juga membahas perkembangan situasi regional dan dampaknya terhadap keamanan serta stabilitas kawasan.
Selain itu, mereka membicarakan upaya peningkatan kerja sama dalam kelompok kuartet yang terdiri atas Arab Saudi, Pakistan, Mesir, dan Turkiye. Keduanya berharap pertemuan kelompok tersebut dapat digelar sesegera mungkin untuk mempererat hubungan dan menyelaraskan posisi terkait berbagai persoalan regional.
Sumber: Koran Jakarta ®. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...